Penambahan Kasus Covid-19 di Jaktim Terbanyak

    Sri Yanti Nainggolan - 09 Januari 2021 05:37 WIB
    Penambahan Kasus Covid-19 di Jaktim Terbanyak
    Ilustrasi tes virus korona (covid-19). Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Temuan kasus positif covid-19 di Jakarta kembali mencapai angka tertinggi, bertambah 2.959 orang pada Jumat, 8 Januari 2021. Penambahan pasien covid-19 di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan melebihi 500 kasus.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengungkapkan bahwa hari ini ditemukan 2.204 orang terkonfirmasi positif. Sementara sisanya adalah akumulasi data dari tiga laboratorium yang belum dilaporkan.

    "Distribusi kasusnya pada hari ini, yaitu Jakarta Timur sebanyak 625 kasus, Jakarta Selatan sebanyak 548 kasus," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, di Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021.

    Kemudian, Jakarta Barat 436 kasus, Jakarta Utara 356 kasus, Jakarta Pusat 245 kasus, dan Kepulauan Seribu 9 kasus. Kasus positif beralamat di luar DKI Jakarta sebanyak 268 kasus (9 persen) dan alamat tidak dilaporkan sebanyak 472 kasus (16 persen).

    Baca: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah Hampir 3 Ribu Orang

    Dwi juga menyebutkan bahwa 44 Kecamatan di DKI Jakarta mengalami penambahan kasus. Terbanyak di Kebayoran Lama dengan 127 kasus baru dan Cipayung dengan 100 kasus baru.

    "Paling sedikit Kepulauan Seribu Selatan dengan dua kasus baru," tambah dia.

    Sebanyak 75 persen kasus positif ditemukan di fasilitas kesehatan dan laboratorium yang didatangi warga. Sementara itu, 25 persen kasu lainnya berasal dari hasil contact tracing puskesmas.

    "Dari kasus positif yang ditemukan hari ini, sebanyak 51 persen adalah tanpa gejala dan 49 persen bergejala," ucap dia.

    Sekitar 44 persen dari 17.633 kasus aktif hingga hari ini dari kelompok orang tanpa gejala (OTG), 20 persen bergejala ringan, 32 persen bergejala sedang, 2 persen bergejala berat, dan 3 persen kritis.

    "Untuk kasus tanpa gejala dan gejala ringan melakukan isolasi mandiri di tempat isolasi terkendali, wisma atlet, atau rumah," terang dia.

    Pasien bergejala sedang dirawat di ICU RS. Demikian juga pada kasus berat dan kritis, baik menggunakan ventilator atau tidak.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id