comscore

Sekjen IMI: Lintasan Formula E Tak Direkomendasikan untuk Balap Motor

Anggi Tondi Martaon - 26 Juni 2022 20:59 WIB
Sekjen IMI: Lintasan Formula E Tak Direkomendasikan untuk Balap Motor
Sekretaris Jenderal (Sekjen) IMI Ahmad Sahroni/Medcom.id/Fachri
Jakarta: Ikatan Motor Indonesia (IMI) tak merekomendasikan balap motor di sirkuit Formula E Jakarta. Keputusan tersebut terpaksa diambil untuk keselamatan pembalap.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) IMI Ahmad Sahroni menyikapi rencana Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran yang ingin menyelenggarakan street race di Sirkuit Formula E Jakarta. Rencana tersebut disampaikan untuk mewadahi pembalap liar, baik roda dua maupun roda empat, untuk menyalurkan hobinya.
"Harus kita utamakan juga aspek keselamatannya, di mana sirkuit ini sudah distandarisasi FIA (Federation Internationale de l'Automobile)," kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Minggu, 26 Juni 2022.

Politikus Partai NasDem itu mengapresiasi niat baik Fadil mewadahi hobi masyarakat terhadap balap. Namun, langkah tersebut tentu harus mengacu pada aturan yang ada.

Dia menjelaskan pemberian izin penggunaan sirkuit untuk balapan selain Formula E harus mengacu pada aturan dari FIA. Sebab, sirkuit tersebut dibangun dengan standarisasi dari FIA. 
 

Baca: Kapolda Metro Ingin Sirkuit Formula E Jadi Lokasi Street Race


“Kalau IMI yang punya aturan maka tidak perlu pinjam, pasti akan kita kasih langsung. Namun karena sirkuit ini sudah dibangun atas standar FIA dengan mengikuti rules FIA untuk Formula E, maka kami harus sesuai dengan aturan,” ungkap dia.

Sahroni menyampaikan sirkuit di Ancol hanya dibangun untuk balapan mobil saja. Sehingga tidak aman untuk keselamatan bila digunakan untuk balap motor, apalagi amatir. 

Salah satu standardisasi sirkuit yang mengacu aturan FIA yaitu penggunaan pagar pembatas yang terbuat dari beton. Jika terjadi kecelakaan, hal itu dapat mengancam keselamatan pembalap motor amatir.

"Siapa yang mau bertanggung jawab bila jatuh korban karena jelas kelalaian kita memilih lintasan yang tepat?" sebut Sahroni.

Selain keselamatan, ada faktor lain yang harus ditanggung jika balap motor amatir digelar di sirkuit Formula E Jakarta. Salah satunya, ancaman pembatalan penggunaan sirkuit pada ajang balap internasional selanjutnya.

Legislator asal Tanjung Priok itu menegaskan ketentuan tersebut sudah mutlak diatur oleh FIA. "Terkait aturan FIA yg sudah mutlak bisa terjadi pembatalan homologasi (persetujuan) bila sirkuit tersebut digunakan untuk kendaraan roda dua," ujar dia.

Selain itu, Sahroni juga menyampaikan komitmen IMI berupaya memperbanyak event motorsport, khususnya bagi pehobi balap. Namun, hal itu harus sesuai dengan regulasi dan kaidah balap yang berlaku.

“Ada beberapa turnamen balap mobil yang akan dilakukan di JIEC selain ajang Formula E. Intinya JIEC akan terus hidup sepanjang tahun meramaikan ajang Motorsport Indonesia” kata dia.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id