NasDem Minta Pemerintah Pusat dan DKI Kompak Mengatasi Banjir

    Cindy - 26 Februari 2020 13:28 WIB
    NasDem Minta Pemerintah Pusat dan DKI Kompak Mengatasi Banjir
    Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino. Medcom.id/Cindy.
    Jakarta: Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino meminta pemerintah pusat dan Pemprov DKI kompak mengatasi banjir di ibu kota. Ekonomi ibu kota bisa goyah jika terus-menerus banjir. 

    "Ketika perekonomian kita sekarang berada di tengah tekanan, justru kebersamaan itu diperlukan," ucap Wibi di Jakarta, 26 Februari 2020. 

    Wibi mengingatkan pemerintah pusat dan Pemprov DKI tak saling tuding mencari penyebab banjir di ibu kota. Banjir mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit. 

    "Selain menghambat pelayanan publik, juga mengurangi mobilisasi para karyawan dan pekerja, memperlambat transportasi publik serta mengganggu aktivitas bisnis di sentra-sentra perdagangan ibu kota," kata Wibi.

    Jakarta sebagai pusat pemerintahan itu perlu mendapat perhatian khusus. Citra Jakarta sebagai ibu kota negara dan pusat bisnis bisa tercoreng jika tak mampu  mengatasi persoalan banjir. 

    "Kalangan bisnis bisa saja akan serius mempertimbangkan (cabut) untuk berdagang di Jakarta, jika setiap kali hujan selalu diikuti banjir," kata Sekretaris DPW NasDem Jakarta itu.

    Baca: NasDem Buka Posko Bantuan Banjir Jakarta 

    NasDem Minta Pemerintah Pusat dan DKI Kompak Mengatasi Banjir
    Warga melintas di depan rumah yang terendam banjir di kawasan Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa, 25 Februari 2020. Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

    Kata dia, Jakarta merupakan barometer bisnis Indonesia. Banjir bisa berdampak mengurangi minat investor berinvestasi ke dalam negeri.

    "Di negara lain juga ada hujan, tetapi tidak sampai menimbulkan banjir yang mengganggu aktivitas bisnis. Atau juga terjadi banjir tetapi cepat kering. Jangan lupa, banjir juga masuk dalam salah satu pertimbangan investor untuk menanamkan modalnya di suatu negara," imbuh Wibi.

    Wibi melanjutkan akhir-akhir ini Jakarta dan sekitarnya semakin sering dilanda banjir. Banjir tidak lagi di wilayah-wilayah bantaran sungai. Semestinya, peristiwa ini mendorong Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI untuk duduk bersama membuat program mengatasi banjir.

    "Ibukota Negara kelak boleh saja pindah, tetapi pusat bisnis kan masih tetap di Jakarta. Kalau banjir terus menerus seperti ini, lama-lama pusat bisnis juga ikut pindah," ujarnya.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id