Banyak Warga Boncos Mati Over Dosis di Tengah Jalan

Sunnaholomi Halakrispen - 13 Februari 2018 20:17 wib
Kampung Boncos, Jakarta Barat. Foto: MTVN/Sunnaholomi
Kampung Boncos, Jakarta Barat. Foto: MTVN/Sunnaholomi Halakrispen.

Jakarta: Kampung Boncos, Jakarta Barat, dikenal sebagai wilayah rawan narkoba. Bahkan, banyak warga meninggal di tengah jalan karena over dosis.
 
Ketua RW 03, Kampung Boncos, Azwar Laware, menceritakan Kampung Boncos merupakan sebutan untuk Gang Kiapang yang berlokasi di Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Terdapat dua RW, yaitu RW 03 dan RW 05 yang dipenuhi dengan gang-gang kecil.
 
Pada 1990 terdapat banyak penjual barang bekas. "Ada banyak lapak barang-barang bekas, lapak boncos. Itu asal usulnya kata boncos," kata Azwar kepada Medcom.id, Selasa, 13 Februari 2018.
 
Azwar mengatakan pada tahun 90-an banyak orang datang ke Kampung Boncos hingga berkembang menjadi permukiman liar. Saat itu, penduduk berjumlah sekitar 170 kepala keluarga.
 
"Itu sudah berdomisili liar dari mana-mana, kita enggak tahu orang dari mana aja. Seiring berjalannya waktu, semakin marak peredaran ganja, minuman keras, tempat-tempat perjudian juga," kata Azwar.

Baca: Kampung Boncos Sepi Setelah Penggerebekan 

Terhitung sejak 1999 hingga 2006, timbul peredaran narkoba di Kampung Boncos. Bahkan, warga tidak segan menggunakan narkoba di jalan hingga meninggal over dosis.
 
"Orang-orang over dosis itu banyak, sampe mati di tengah jalan ini juga sudah banyak," kata Azwar.
 
Pada 1999-2016 narkoba yang banyak diedarkan berjenis putau. Pada awalnya, narkoba diedarkan orang Nigeria yang tinggal di gang sekitar. "Saya tanya-tanya ngambilnya itu langsung dari orang Nigeria. Enggak tahu gimana caranya," tambahnya.
 
Azwar mengatakan, dari informasi yang ia dapatkan, sejak 2014 hingga kini peredaran narkoba jenis putau tidak terlihat dan diganti dengan sabu.
 
Peredaran narkoba di Kampung Boncos tidak dipungkiri Azwar masih menggeliat. Dia menegaskan warganya tidak ingin tempat tinggal mereka disebut sebagai kampung narkoba.
 
Polisi sudah kerap melakukan penggerebekan di Kampung Boncos. Polisi pernah menggerebek pada Rabu, 20 Desember 2017, dan menangkap 11 orang. Teranyar, penggerebekan dilakukan pada Rabu, 7 Februari 2018, dengan menangkap sembilan orang.




(FZN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.