Disdukcapil DKI Terbitkan 200 Ribu Surat Kelahiran Setiap Tahun

    Achmad Zulfikar Fazli, Sri Yanti Nainggolan - 24 Januari 2020 22:14 WIB
    Disdukcapil DKI Terbitkan 200 Ribu Surat Kelahiran Setiap Tahun
    Ilustrasi: Petugas Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) memproses dokumen kependudukan yang hilang dan rusak pascabanjir di kelurahan Wanasari, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Foto: Fakhri Hermansyah/Antara Foto
    Jakarta: Pembuatan akta kelahiran di DKI Jakarta diklaim meningkat sejak adanya program Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM/Supertajam). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta bahkan bisa menerbitkan 200 ribu akta kelahiran setiap tahunnya dampak dari program tersebut.

    "Tapi setahun dipilah, ada yang kelahiran baru, ada yang sudah usia dewasa tapi belum pernah punya akta kelahiran," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta DKI Dhany Sukma, kepada Medcom.id, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.

    Dhany mengatakan SPTJM merupakan solusi dari pemerintah agar masyarakat lebih mudah mendapatkan surat kelahiran. Disdukcapil DKI mencatat 88 persen anak-anak di DKI sudah memiliki surat kelahiran.

    "Tinggal yang dewasa akan makin banyak (yang akan buat SPTJM)," kata dia.

    Program SPTJM berlaku setelah terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran. Berdasarkan Permendagri Nomor 9 Tahun 2016, persyaratan dan tata cara pencatatan kelahiran dipermudah. Penduduk bisa mengganti surat kelahiran dengan SPTJM Kebenaran Data Kelahiran.

    Dhany menyampaikan Disdukcapil DKI juga terus menyosialisasikan program SPTJM ke masyarakat, baik lewat pelayanan maupun website. Sehingga, tak sulit bagi masyarakat mendapatkan surat kelahiran.

    Integrasi Surat Kelahiran

    Dhany menyebut Disdukcapil DKI mengintegrasikan surat kelahiran dengan beberapa rumah sakit negeri, swasta, serta Puskesmas. Hal itu untuk memudahkan masyarakat mendapatkan surat kelahiran.

    "Kita sudah kasih 129 Faskes (fasilitas kesehatan) sebagai salah satu peningkatan kualitas layanan di Dukcapil. Alhamdulilah ini efektif jadi warga enggak perlu ke kelurahan," ucap dia.

    Bagi yang tidak mampu mengakses rumah sakit hingga Puskesmas, masyarakat bisa datang ke kelurahan mengurus surat kelahiran. Masyarakat bahkan akan mendapatkan pelayanan lebih bila datang ke kelurahan.

    "Bagi yang enggak mampu akses, ada pendekatan kedua. Datang ke kelurahan, enggak cuma akta tapi juga dapat KK (kartu keluarga) baru, kartu identitas anak, dan dapat NIK. Termasuk yang pendidikan usia dewasa, tidak mungkin pakai layanan terintegrasi, makanya harus ke kelurahan minta diterbitkan akta kelahiran dengan SPTJM tadi," terang dia.

    Disdukcapil DKI juga menyediakan sistem online untuk pengajuan akta kelahiran. Sistem ini dibuat untuk memberikan layanan yang lebih cepat dan akurat.

    "Kalau warga mau mengajukan akta kelahirannya, di situ tinggal di-print saja SPTJM. Ke kelurahan, nanti diproses, dijadwalkan kapan mau ambil. Itu ada di playstore," jelas dia.

    Disdukcapil DKI, lanjut dia, juga akan melakukan jemput bola kepada masyarakat yang belum punya surat kelahiran. Terutama kepada masyarakat yang keterbatasan fisik.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id