Kementerian PUPR Imbau Warga tak Khawatir Tanggul Roboh

    Yurike Budiman - 07 Desember 2019 03:15 WIB
    Kementerian PUPR Imbau Warga tak Khawatir Tanggul Roboh
    Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Jarot Widyoko. Medcom.id/ Yurike Budiman
    Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengimbau masyarakat di sekitar Pelbuhan Nizam Zachman tak khawatir terjadi banjir rob pascarobohnya tanggul di wilayah tersebut.

    "Kami harapkan untuk masyarakat jangan khawatir, elevasi tanggul masih 2,1+ (meter). Jadi kalau ada rob, tidak akan melimpas (ke pemukiman). Kalau masalah bocor memang sudah di mana-mana tapi kalau elevasi untuk melimpas, tidak. Insyaallah masih aman," kata Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Jarot Widyoko ditemui di lokasi tanggul, Pelabuhan Muara Baru, Jumat, 6 Desember 2019.

    Jarot mengatakan setelahroboh, elevasi atau ketinggian tanggul memang mengalami penurunan yang sebelumnya adalah 4,8 meter. Meskipun demikian Jarot mengatakan sisa tanggul yang ada untuk sementara masih bisa menahan rob.

    "Tanggul yang roboh ini, sebenarnya kan elevasinya 4,8 meter dan itu untuk sampai 2030-2040, masih sekian tahun lagi. Untuk perkembangan ini kan setiap tahun turun 7,5 cm. Sehingga dengan adanya tanggul yang masih aman ini, yakni 2,1+, rob yang terjadi maksimum adalah 1,1 meter, jadi masih aman untuk rob," tutur Jarot.

    Jarot bilang saat ini pihaknya masih melakukan investigasi terkait penyebab robohnya tanggul. Hal ini tentu terus berkoordinasi dengan Pusdit Air. 

    "Saya melihat yang pertama antisipasi untuk rob dulu karena ini sangat penting. Elevasi masih aman. Kedua, minggu depan kami akan merapatkan, mencari jalan keluar nya dari hasil investigasi itu apa," ujar dia.

    Tanggul yang roboh tersebut merupakan satu kesatuan dari tanggul Pantai Banten hingga Bekasi. Total panjang tanggul secara keseluruhan adalah 120 kilometer. Sedangkan tanggul yang roboh, menurut Jarot, adalah sebagian kecil dari total panjang tanggul yang ada.

    "Jadi total panjang tanggul itu 120 km dari Banten sampai Bekasi. Nah, ini sebagian kecilnya (yang roboh). Kita kebetulan penurunan yang paling besar itu di daerah sini ya, sekitar 7,5 sentimeter, ada juga di daerah Kalibaru ada yang 3 cm, 4 cm, 7,5 cm bahkan 10 cm dan disini termasuk paling rendah," ujar Jarot.

    Hingga kini, pihak Kementerian PUPR masih memperbaiki tanggul tersebut. Serta memikirkan bagian yang perlu di tata dari panjang 120 kilometer yang ada agar tidak terjadi di titik lainnya.

    "Kami koordinasi dengan Pemprov DKI, dimana masyarakat yang paling banyak. Nanti juga ada MoU lagi kira-kira mana yang harus diatasi dulu, itu sedang kami bahas," pungkas dia.



    (SCI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id