Legislator Usul PKL Jalan Sabang Direlokasi ke Thamrin 10

    Insi Nantika Jelita - 16 Januari 2020 09:32 WIB
    Legislator Usul PKL Jalan Sabang Direlokasi ke Thamrin 10
    Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) tengah mempersiapkan lapaknya di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Foto: Andri Widiyanto/MI
    Jakarta: Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Zita Anjani mengusulkan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Sabang, Jakarta Pusat, dipindahkan ke kawasan kuliner Thamrin 10. PKL diharapkan lebih tertata.

    "Kalau ada PKL yang baru datang, lebih baik ditempatkan di Thamrin 10 atau kawasan lain. Lebih rapi justru. PKL baru boleh (berjualan), tapi harus ada tempatnya. Jadi, enggak boleh di jalanan yang memang sudah ada usahanya," tutur Zita di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.

    Menurut dia, keberadaan PKL membuat macet Jalan Sabang. Dia tak ingin Pemprov DKI Jakarta merealisasikan rencana PKL mengisi satu sisi trotoar di sepanjang Jalan Sabang.

    “Kalau sudah crowded (semrawut) jangan tambah crowded lagi. Kalau ada mobil, motor pasti ada preman. Nah kalau sudah ada preman enggak aman. Orang enggak bakal mau datang. Siapa yang rugi? PKL rugi, pengusaha rugi, semuanya rugi," kata politikus PAN ini.

    Zita menuturkan, pemilik usaha di sepanjang Jalan Sabang merasa dirugikan PKL. Lahan parkir untuk pemilik toko diokupasi PKL. Dia pun meminta Pemprov DKI mengkaji lebih dalam soal penataan PKL.

    "Penataannya boleh, tapi harus dilihat segi komperhensifnya. Ada wilayah yang bisa (digunakan PKL berjualan) seperti Thamrin, atau di Sudirman itu cakap," kata Zita.

    DPRD siap duduk bersama dengan Pemprov DKI untuk membahas penataan PKL. Dia tak ingin PKL mengganggu pusat perekonomian di Ibu Kota.

    "Kita akan panggil pihak eksekutif, ayo kita rencanakan bersama sama. Ini sesuatu yang positif," pungkas dia.

    Salah seorang pengusaha di Jalan Sabang, Ganefo Dewi Sutan, khawatir dengan rencana penataan trotoar yang dilakukan Pemprov DKI. Jumlah pengunjung diyakini akan berkurang akibat ruang jalan yang sempit.

    "Trotoar yang saat ini sudah lebar, mau dilebarkan lagi untuk PKL dan parkir. Kalau dilaksanakan, ini mengurangi kapasitas parkir, mempersulit calon konsumen dan otomatis mengurangi kunjungan karena sulit cari parkir,” kata Ganefo. 



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id