Sandi: Revitalisasi Kota Tua Terhambat karena Artefak

    Sunnaholomi Halakrispen - 06 Juli 2018 11:39 WIB
    Sandi: Revitalisasi Kota Tua Terhambat karena Artefak
    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno--Medcom.is/Sunnaholomi Halakrispen.



    Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan, revitalisasi Kota Tua masih belum terselesaikan karena beberapa kendala. Salah satunya, sesuai dengan pernyataan Unesco terkait banyaknya artefak di wilayah tersebut.

    "Menurut mereka (Unesco) di bawah sini ada artefak-artefak yang tidak boleh diganggu gugat. Sehingga kalau dilakukan revitalisasi takutnya merusak artefak," ujar Sandi di Kali Besar, Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat, 6 Juli 2018.

     



    Ia menjelaskan, artefak di sekitar wilayah Kota Tua telah ada sejak puluhan tahun lamanya. Penataan setiap bangunan pun diakui tidak boleh sembarang dipindahkan.

    "Waktu Unesco mereview itu enggak boleh bergerak tempatnya. Tempatnya harus statis dan harus bisa menjadi cagar budaya, situs budaya yang tidak bisa diotak-atik," tuturnya.

    Baca: Revitalisasi Kota Tua Diresmikan 5 Oktober

    Namun, ia meyakini revitalisasi dapat dilanjutkan meski secara perlahan. Kota Tua pun diakui belum bisa menjadi world heritage, lantaran ketika mendesain tidak melibatkan pihak swasta.

    "Intinya waktu didesain dulu secara perencanaan tidak melibatkan swasta, tidak melibatkan keseluruhan pemilik bangunan di sini. Ini buat kami pelajaran juga bahwa ternyata kalau dilakukan tidak secara komprehensif dan kawasannya terlalu luas, susah kordinasinya," imbuhnya.

    Baca: Tahap Satu Revitalisasi Kali Besar Jakarta Rampung

    Sandi: Revitalisasi Kota Tua Terhambat karena Artefak
    Suasana Kota Tua--Medcom.is/Sunnaholomi Halakrispen.

    Terkait proses revitalisasi, Kali Besar sebagai salah satu kawasan di Kota Tua pun baru melalui tahap satu. Air belum diganti dan jalur pejalan kaki yang dibuat di bawah jembatan belum dapat disinggahi masyarakat.

    "Iya airnya belum disentuh dan tadi juga diputuskan untuk tidak memperbolehkan masyarakat untuk turun ke bawah, padahal sudah didesain bisa turun. Karena takut nanti keselamatannya dan juga nanti edukasi masyarakat belum bisa dilakukan secara menyeluruh," jelasnya.

    Revitalisasi Kali Besar sendiri menelan biaya anggaran yang tidak sedikit. "Rp260 miliar dari KLB (Konvensi Luas Bangunan) dan ini melibatkan 10 lebih dinas," pungkas Sandi.

    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id