Anies Dinilai Tak Peduli Banjir

    Cindy - 10 Februari 2020 10:54 WIB
    Anies Dinilai Tak Peduli Banjir
    Ilustrasi hujan deras sebabkan banjir. Foto: MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
    Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai tak memperhatikan masalah utama di DKI Jakarta, seperti macet, banjir, polusi, sampah, air bersih, dan pertumbuhan penduduk. Padahal, anggaran yang dikelola Pemprov DKI sangat besar Rp87,95 triliun.

    "Dari seluruhnya tampak tidak ada satu pun yang menjadi prioritas Pak Gubernur (Anies). Beliau sepertinya lebih tertarik dengan hal-hal yang bersifat festival, seperti formula e atau penghargaan kepada diskotik," kata Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian, saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020.

    Anies sudah membentuk puluhan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) guna mengatasi persoalan di Ibu Kota. Namun, Justin menilai kinerja TGUPP belum terlihat hasilnya.

    "Dapat kita lihat performa kerjanya yang mengecewakan," ujar Justin.

    Justin juga melihat belum ada pelebaran sungai untuk mengantisipasi banjir sejak Anies menjadi gubernur. Dia ragu masalah banjir bisa teratasi bila tak ada gebrakan dari Anies.

    "Jangankan berharap Gubernur Anies bersikap sebagai pemimpin daerah yang visioner, bersikap profesional dengan kerja nyata pun sepertinya tidak bisa diharapkan," pungkas Justin.

    Anies Dinilai Tak Peduli Banjir
    Petugas PPSU Tanjung Priok dan Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara berusaha mengalirkan air yang menggenangi terminal. Medcom.id/Yurike Budiman

    Ketua Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan menilai Pemprov DKI belum memberikan perubahan signifikan untuk warganya. Terutama mengatasi banjir.

    "Masih saja warga Jakarta jadi korban, Pemprov tetap tanpa persiapan secara baik. Warga tetap saja tidak mendapatkan informasi peringatan dini dan bantuan darurat sebagaimana mestinya agar bisa lebih ringan kerugian akibat banjir yang terjadi," ujar Tigor. 

    Tigor menjelaskan sudah terjadi empat kali hujan berintensitas tinggi mengguyur Ibu Kota selama awal tahun ini. Titik banjirnya juga selalu sama. 

    Dia menyayangkan Pemprov DKI terlambat memberi peringatan dini bencana dan terkesan tidak siap mengantisipasi banjir. Kinerja Pemprov DKI ini dinilai membuktikan Anies tidak bisa bekerja dan memimpin jajarannya. 

    "Sehingga gubernur sebagai pimpinan daerah tidak memberi contoh dan tidak bisa tegas terhadap anak buahnya yang tidak bekerja, karena mereka semua sama-sama tidak bekerja untuk melayani warga Jakarta," ujar Tigor. 

    Sebelumnya, Anies menyebut banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta akibat curah hujan dengan intensitas ekstrem mengguyur Ibu Kota pada Sabtu, 8 Februari 2020. Curah hujan yang mengguyur Jakarta mencapai 244 milimeter (mm).
     
    "Kemarin sejak Sabtu dini hari, Jakarta mengalami curah hujan cukup tinggi. Curah hujan itu disebut lebat bila di antara 50-100 mm, sangat lebat bila 100-150 mm, dan ekstrem bila di atas 150 mm," kata Anies di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Minggu, 9 Februari 2020.
     
    Anies mengeklaim Pemerintah Provinsi DKI telah menyiagakan jajarannya untuk mengantisipasi banjir. "Kita siagakan semua infrastruktur, baik petugas maupun alat untuk memastikan bisa dikendalikan dengan baik," ucap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.





    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id