Pendapatan DKI 2020 Ditargetkan Rp87,9 Triliun

    Sri Yanti Nainggolan - 27 November 2019 05:07 WIB
    Pendapatan DKI 2020 Ditargetkan Rp87,9 Triliun
    Ilustrasi. Foto : MI/Atet.
    Jakarta: Target pendapatan daerah dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) DKI Jakarta tahun 2020 disepakati sebanyak Rp87,9 triliun. Ada beberapa pos pendapatan yang dinaikkan.

    "Dengan mengucapkan Bismillah, kita tetapkan pendapatan dalam KUA-PPAS adalah sebesar Rp87.956.148.476.363," kata Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi dengan mengetokkan palu pimpinan sidang di Gedung DPRD DKI Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 26 November 2019.

    Angka tersebut mengalami kenaikan dari sebelumnya, sebesar Rp87,129 triliun. Penyebabnya adalah adanya peningkatan pada beberapa pos pandapatan daerah dari pajak, retribusi, dan dividen pendapatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

    Lalu, retribusi daerah dibagi menjadi tiga yakni retribusi jasa umum sebesar Rp117,864 miliar; retribusi jasa usaha sebesar Rp177,421 miliar; dan retribusi jasa perizinan tertentu dinaikkan dari Rp383,725 miliar menjadi Rp460,470 miliar.        

    "Itu perizinan-perizinan di PTSP (pelayanan terpadu satu pintu) bisa dinaikkan lagi 20 persen," imbuh Prasetio.    

    Kemudian, komponen hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan atau dividen dari BUMD DKI Jakarta dinaikkan Rp100 miliar menjadi Rp650 miliar.

    Proyeksi pendapatan DKI Jakarta juga ditargetkan dari pendapatan asli daerah lain-lain yang sah sebesar Rp5,885 triliun dan dana perimbangan sebesar Rp21,618 triliun. Adapun pendapatan daerah yang sah yakni dana hibah sebesar Rp2,953 triliun serta dana penyesuaian dan Otsus sebesar Rp62,6 miliar. Selain itu, ada juga komponen Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) sebesar Rp5,5 triliun dan pinjaman daerah sebesar Rp260,154 miliar.

    Berikut rincian perubahan pos pajak:
    -Pajak Kendaraan Bermotor tetap sebesar Rp9,5 triliun;  
    -Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dinaikkan Rp100 miliar menjadi Rp5,9 triliun;  
    -Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dinaikkan Rp50 miliar jadi Rp1,4 triliun;  
    -Pajak hotel dinaikkan Rp50 miliar jadi Rp1,95 triliun;
     -Pajak restoran tetap sebesar Rp4,25 triliun;  
    -Pajak hiburan tetap sebesar Rp1,1 triliun;  
    -Pajak Reklame tetap sebesar Rp1,325 triliun;  
    -Pajak penerangan jalan tetap senilai Rp1,025 triliun;
     -Pajakair tanah tetap sebesar Rp120 miliar;
     -Pajak parkir naik kembali ke awal rencana KUA-PPAS 2020 sebesar Rp1,350 triliun;  
    -Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tetap senilai Rp10,6 triliun;  
    -Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dinaikkan senilai Rp200 miliar jadi Rp11 triliun;  
    -Pajak rokok tetap senilai Rp650 miliar.



    (EKO)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id