270 Orang Ditilang karena Tak Pakai Sabuk Pengaman

    Siti Yona Hukmana - 04 Juli 2019 13:23 WIB
    270 Orang Ditilang karena Tak Pakai Sabuk Pengaman
    Kamera pengawas terpasang di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. Foto: Antara/Nova Wahyudi.
    Jakarta: Sebanyak 270 pengemudi kena tilang elektronik karena tak menggunakan sabuk pengaman. Mereka terjaring selama penerapan sistem penilangan elektronik (e-TLE) dengan empat fitur terbaru sejak Senin, 1 Juli 2019. 

    "Selama tiga hari penerapan kamera check point, terdapat 270 pengendara terekam kamera tidak mengenakan sabuk pengaman," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.

    Yusuf merincikan pada hari pertama kamera dipasang, sebanyak 30 pengendara terekam kamera tidak mengenakan sabuk pengaman. Hari kedua, sebanyak 150 pengendara terekam, sedangkan hari ketiga ada 90 pengendara.

    Untuk pelanggaran area ganjil genap, ada 125 kendaraan yang kena tilang elektronik. Rinciannya, hari petama 65 ada pelanggar, hari kedua sembilan pelanggar, dan hari ketiga 51 pelanggar. 

    Untuk pelanggaran menggunakan telepon genggam, ada 33 pengemudi yang kena tilang elektronik. Angka itu juga akumulasi selama tiga hari. "Hari pertama terekam 14 pengendara, hari kedua sebanyak enam pengendara, dan hari ketiga 13 pengendara," beber Yusuf.

    Saat ini, Direktorat Lantas Polda Metro Jaya telah mempunyai 12 kamera tilang elektronik. Dua kamera telah diterapkan sejak 1 November 2018. Sementara itu, 10 kamera dengan empat fitur terbaru mulai diterapkan awal Juli ini.

    Baca: Tilang Elektronik Jaring Pengemudi Tak Pakai Sabuk Pengaman

    Jenis pelanggaran yang dapat terekam oleh e-TLE, yakni markah jalan dan lampu merah (TL). Sementara itu, empat fitur terbaru dari kamera teranyar, yakni merekam pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, dan melebihi kecepatan maksimal 40km/jam.

    Dua belas kamera ini ditempatkan di kawasan Sudirman-Thamrin. Titik ini di antaranya, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Moda Raya Terpadu (MRT) Senayan, JPO MRT Semanggi, JPO Kementerian Pariwisata (Kemenpar), JPO MRT Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Fly Over Sudirman, Simpang Bundaran Patung Kuda, Fly Over Thamrin, Simpang Sarinah, Simpang Sarinah-Starbucks, dan JPO Plaza Gajah Mada.

    Tilang elektronik ini dinilai mampu menurunkan jumlah pelanggar hingga 40 persen. Ke depan, tilang elektronik ditargetkan dapat menekan jumlah pelanggaran di atas 50 persen.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id