2 Pasien Terapi Plasma di RSPAD Keluar dari Ruang Isolasi

    Antara - 13 Mei 2020 03:49 WIB
    2 Pasien Terapi Plasma di RSPAD Keluar dari Ruang Isolasi
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Dua pasien terapi plasma konvalesen di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, menunjukkan perkembangan positif. Keduanya yang semula dirawat di ruang isolasi  sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa dengan kondisi yang baik.

    Hal ini disinggung dalam pembahasan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa bersama jajaran RSPAD Gatot Soebroto terkait perkembangan terapi plasma konvalesen untuk pasien virus korona (covid-19). RSPAD Gatot Soebroto menjadi RS pertama yang menjalankan terapi plasma konvalesen untuk beberapa pasien covid-19. 

    "Untuk pasien ketiga, yang baru diberikan plasma hari Rabu lalu, saat ini kondisinya baik dan akan diberikan terapi lagi tanggal 9 Mei," kata Direktur Pembinaan dan Pengembangan RSPAD Gatot Soebroto Kolonel CKM Nana Sarnadi dalam akun YouTube TNI AD yang diunggah Selasa, 12 Mei 2020.

    Menurut dia, RSPAD terus mengevaluasi kondisi pasien untuk kemajuan klinis, laboratoris, maupun radiologis setiap hari. Setiap pasien diberikan satu kantong berisi 100 cc plasma dalam tiga kali pemberian dengan respons pasien yang signifikan.

    "Pemberian plasma 100 cc merupakan suatu hal yang baru karena hasil penelitian di luar diberikan 200 cc hingga 600 cc. Namun kami sangat hati-hati karena dalam plasma, walaupun serum, ada butir-butir protein yang harus kami waspadai dengan respons reaksi alerginya sehingga kami berikan dalam dosis lebih sedikit," kata Nana Sarnadi.

    Nana menambahkan RSPAD juga memantau beberapa rumah sakit yang berencana menjalankan terapi plasma konvalesen. Ada sembilan RS pendidikan yang masih membahas soal protokol penelitian dengan RSPAD.

    2 Pasien Terapi Plasma di RSPAD Keluar dari Ruang Isolasi

    Baca: KSAD Mendukung Terapi Plasma Konvalesen Dilanjutkan

    Di sisi lain, KSAD Jenderal Andika Perkasa memberikan arahan mengenai aturan tambahan penerbangan dengan syarat menyertakan keterangan hasil pemeriksaan rapid test covid-19. RSPAD diharap bisa melayani pihak yang membutuhkan pengecekan ini.

    "RSPAD dapat melayani siapa saja, namun harus mengikuti jadwal RSPAD karena hasil tes tersebut berlaku 7 hari untuk melakukan penerbangan," kata KSAD.

    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id