Denda Penggunaan Plastik Tak Menyasar Konsumen

    Theofilus Ifan Sucipto - 09 Juli 2020 14:01 WIB
    Denda Penggunaan Plastik Tak Menyasar Konsumen
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Sanksi Peraturan Gubernur (Pergub) DKI soal Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL) tidak menyasar konsumen atau pembeli. Hukuman ditujukan kepada pengelola pusat perbelanjaan.

    "Tidak ada sanksi yang menyasar konsumen atau pembeli,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih, saat dikonfirmasi, Kamis, 9 Juli 2020.

    Andono menyebut sanksi ditujukan kepada tiga pihak. Yakni, pengelola pusat perbelanjaan, pengelola toko swalayan, dan pengelola pasar rakyat.

    “Sanksi kepada pengelola pun lebih bernuansa pembinaan dan diberikan secara bertahap," ujar dia.

    (Baca: Pemprov DKI Diminta Produksi Kantong Belanja Ramah Lingkungan)

    Kebijakan KBRL, kata Andono, bertujuan membuat Ibu Kota semakin ramah lingkungan. Fokus kebijakan bukan mencari pelanggaran.

    “Namun, lebih kepada upaya mengubah perilaku karena residu tidak bisa didaur ulang dan menimbulkan masalah,” tutur Andono.

    Pemprov DKI mulai melarang kantong plastik 1 Juli 2020. Aturan tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

    (Baca: Denda Penggunaan Kantong Plastik Mencapai Rp25 Juta)

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id