• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 19 OKT 2018 - RP 45.764.339.104

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kebijakan Becak Dianggap Kemunduran Berpikir Gubernur DKI

M Sholahadhin Azhar - 11 Oktober 2018 19:29 wib
Sejumlah pengemudi becak mangkal di shelter becak kawasan,
Sejumlah pengemudi becak mangkal di shelter becak kawasan, Pejagalan, Jakarta Utara, Selasa (9/10). Foto: MI/Pius Erlangga.

Jakarta: Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus merespons kebijakan tentang becak di Ibu Kota. Becak diizinkan kembali beroperasi bukan sebuah terobosan atau alternatif, tapi kesalahan pola pikir.

"Itu kemunduran berpikir Gubernur (Anies Baswedan)," kata Bestari di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Oktober 2018.

Menurut Bestari, moda roda tiga itu tak cocok dioperasikan di Jakarta. Teknologi sudah begitu modern. Eksploitasi tenaga manusia tak lagi dibutuhkan. Beda hal, kalau itu dalam konteks pengembangan wisata kebudayaan.

"Kalau tujuan angkutan, kita sudah terlalu maju. Sudah ada MRT, LRT, sudah ada Busway, masa kita memikirkan itu lagi," imbuh Bestari.

Bestari menyarankan Pemprov DKI memberi alternatif kekinian. Banyak inovasi seperti bajaj dengan bahan bakar gas yang bisa dipakai di kampung. Tinggal bagaimana mengarahkan para pengemudi bajaj tersebut.

Baca: Becak tak Sesuai Kebutuhan Transportasi Ibu Kota

Bestari juga mengkritik kinerja Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Menurut dia, Anies bekerja dengan patokan: asal berbeda dengan pendahulu. Padahal, belum tentu hal tersebut efektif.

"Berpihak pada wong cilik itu bukan menyuruh mereka jadi tukang becak. Naikkan taraf hidupnya," kata Bestari.

Terkait wacana pengaturan becak yang dilarang masuk ke jalan protokol, Bestari menyatakan keraguan. Sebab bukan tak mungkin tukang becak akan 'melebarkan sayap' ke jalanan utama, jika diberi izin beroperasi di kampung-kampung.

Baca: Anies: Jangan Bayangkan Thamrin di era 70-an

"Kan awalnya di kampung, lama-lama ke kota. Saya kira kita kan sudah melahirkan bajaj berbahan bakar gas. Ramah lingkungan juga, diminati ibu-ibu," tandas Bestari.




(DMR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.