• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Dirut Baru Jakpro Kebut Pembangunan ITF Sunter

Nur Azizah - 11 Juli 2018 19:30 wib
Ilustrasi maket ITF Sunter - ANT/Rivan Awal Lingga.
Ilustrasi maket ITF Sunter - ANT/Rivan Awal Lingga.

Jakarta: Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Darwoto bakal melakukan percepatan sejumlah progam prioritas. Salah satunya pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter.

"Fokus kami itu ke finansial, sosial, dan development. Pokoknya yang baik buat masyarakat seperti percepatan ITF Sunter. Saya yakin kalau ini jalan, lima lokasi yang lain tinggal mengikuti," kata Dwi yang baru dilantik, di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Juli 2018.

Dwi menyebut, dengan adanya ITF, kapasitas sampah yang diolah oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI nantinya bisa mencapai 2.000 ton sampai 2.200 ton per hari. Jumlah itu sekitar 30 persen dari total sampah yang dihasilkan DKI, yakni sekitar 7.000 ton. 

Selain mempercepat ITF Sunter, Dwi juga akan segera berkoordinasi dengan PT TransJakarta terkait integrasi Light Rail Transit (LRT) dengan TransJakarta. LRT baru bisa digunakan ketika pembangunan sudah mencapai 85%.

(Baca juga: Dirut Baru PT Jakpro Dekat dengan Anies-Sandi)

"Kalau sudah 85 persen itu sudah bisa dimanfaatkan. Sekarang yang lagi kita pikirkan bagaimana menghubungkan dari Kelapa Gading itu ke Dukuh Atas," tutur dia. 

Mantan Dirut Manajemen Aset PT Pertamina ini menyampaikan, bila integrasi tidak berjalan dikhawatirkan LRT sepi penumpang. Dia berencana memasukan LRT ke dalam program One Karcis On Trip (OK Otrip).

Pembangunan LRT Fase I dari Kelapa Gading menuju Velodrome ditargetkan rampung sebelum Asian Games 2018. Setelah fase I selesai, PT Jakpro akan kembali melanjutkan proyek LRT Fase II hingga Pasar Tanah Abang. 

Anggaran pembangunan LRT Jakarta fase II diproyeksikan mencapai US$ 700 juta atau sekitar Rp9,8 triliun (kurs Rp 14.000). Namun, anggaran tersebut dinilai terlampau mahal.

(Baca juga: Sandi Klaim PT PLN Sepakat Bangun ITF Sunter)
 


(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.