comscore

Intervensi Sebelum Kelahiran Berpeluang Turunkan Angka Stunting hingga 12%

Nia Deviyana - 07 April 2022 01:00 WIB
Intervensi Sebelum Kelahiran Berpeluang Turunkan Angka Stunting hingga 12%
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Stunting masih menjadi penghambat lahirnya generasi yang unggul. Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan angka prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi, yaitu 24,4 persen.

Rektor Universitas YARSI, Fasli Jalal, menjelaskan upaya mencegah stunting memerlukan asupan gizi yang cukup dalam waktu lama, perilaku pengasuhan yang baik, serta ketersediaan pangan yang memadai di tingkat rumah tangga.
Menurut Fasli, ada peluang penurunan angka stunting 10 persen hingga 12 persen apabila dilakukan intervensi di fase sebelum kelahiran. "Kondisi saat ini 22 persen bayi mengalami stunting sejak lahir, bisa dipangkas lewat intervensi gizi di tingkat remaja putri dan Ibu hamil," ujar dia dalam diskusi daring bertema 'Mengantisipasi Generasi yang Hilang Akibat Stunting', dikutip Kamis, 7 April 2022.

Baca: Lestari Moerdijat: Masalah Stunting Pengaruhi Ketahanan Bangsa

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem, Amelia Anggraini, berpendapat banyak faktor yang mempengaruhi stunting. Semua pihak harus terlibat dalam upaya perbaikan ke arah yang lebih baik. "Diperlukan sinergi antarlembaga yang lebih baik dan pemutakhiran data agar upaya menekan angka stunting tepat sasaran," kata Amelia.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah 2016-2020, Dyah Puspitarini, menilai masalah stunting di Indonesia erat dengan budaya yang ada di Tanah Air. Sehingga pendekatan dari sisi intervensi budaya, menurut Diah, juga sangat diperlukan.

Wartawan senior, Saur Hutabarat menilai solusi program untuk mengatasi stunting sudah sangat jelas. Yang belum jelas, menurut Saur, adalah intervensi skala mikro di tingkat desa karena belum ada gambaran yang jelas terkait desa dengan jumlah penderita stunting.

"Selain itu, perlu imbauan atau larangan iklan susu untuk bayi 0-6 bulan agar memaksimalkan pemberian ASI eksklusif," ungkapnya.

Upaya lain yang harus dilakukan, tambah Saur, adalah mencegah pernikahan dini. Sebab, ketidaksiapan Ibu untuk melahirkan merupakan salah satu penyebab bayi lahir dengan stunting.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id