Larangan Kantong Plastik Untungkan Pedagang

    Sri Yanti Nainggolan - 01 Juli 2020 13:45 WIB
    Larangan Kantong Plastik Untungkan Pedagang
    Ilustrasi plastik. MI/Sumaryanto
    Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai kebijakan larangan kantong plastik sekali pakai akan menguntungkan pedagang. Apalagi, pilihan pengganti mudah ditemui.

    "Kebijakan ini justru mengurangi cost (biaya) pedagang menyiapkan kantong belanja sekali pakai (kresek) dan konsumen dapat menggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL) berulang kali," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2020.

    Andono menyebut konsumen dapat menggunkan tas kain, tas kanvas, tas pandan, atau keranjang belanja. Dia menuturkan KBRL juga mulai menjadi tren sebagai suvenir penikahan atau seminar.

    (Baca: Denda Penggunaan Kantong Plastik Mencapai Rp25 Juta)

    "Harganya juga tidak mahal dan mudah ditemui di pasaran," tutur dia.

    Andono menuturkan kantong plastik yang terbuat dari bahan yang bisa hancur atau ecobag juga bisa digunakan sebagai alternatif. Kantong plastik jenis itu bisa digunakan beberapa kali dan terurai dengan tanah bila tak digunakan lagi.

    Pemprov DKI mulai melarang kantong plastik mulai hari ini, Rabu, 1 Juli 2020. Aturan tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id