33 Check Point Kendaraan Disebar di Jakarta

    Siti Yona Hukmana - 10 April 2020 15:47 WIB
    33 <i>Check Point</i> Kendaraan Disebar di Jakarta
    Jalan Sudirman di Jakarta Pusat lengang saat penerapan Pembatasan Sosial Bersakala Besar. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
    Jakarta: Polisi menggunakan skema 3-in-1 (berhenti, perlambat, buka kaca) untuk memastikan kendaraan bermotor mematuhi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Skema itu dilakukan di 33 check point di sejumlah wilayah DKI Jakarta.

    "Sebanyak 33 check point terdiri dari 4 titik dalam kota, 13 titik terminal dan stasiun, 11 titik satuan wilayah, dan 5 titik tol," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 10 April 2020.  

    Sambodo mengatakan, kegiatan pemantauan terhadap kendaraan bermotor itu dilakukan bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Sebanyak 33 check point itu berada di seluruh Jakarta terutama pintu-pintu masuk Jakarta.

    Rinciannya, empat titik dalam kota yakni Bundaran Senayan, Semanggi, Bundaran Hotel Indonezia, dan traffic light Harmoni. Kemudian 11 titik satuan wilayah DKI yakni Patung Tugu Tani, Jakarta Pusat; Ring Road Tegal Alur, Jakarta Utara; Pos Joglo Raya, Pos Lantas Kalideres dan Pos Kembangan Raya, Jakarta Barat; perempatan Pasar Jumat, Simpang UI dan Ciledug Raya (Universitas Budi Luhur), Jakarta Selatan; Jalan Haji Naman Kalimalang, Jalan Kolong Cakung, SPBU Pasar Rebo (Jalan Raya Bogor), Jakarta Timur.

    Enam titik di terminal yakni Terminal Kalideres, Jakarya Barat; Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara; Terminal Senen, Jakarta Pusat; Terminal Kampung Melayu, Terminal Pulo Gebang dan Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

    Baca: Polisi Gunakan Skema 3 in 1 untuk Mencegah Pelanggaran PSBB

    Lima titik di stasiun yakni Stasiun Kota, Jakarta Barat; Stasiun Tanah Abang, Stasiun Gambir, dan Stasiun Senen Jakarta Pusat; Stasiun Manggarai dan Stasiun Cawang Atas, Jakarta Selatan; Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur.

    "Termasuk juga di gerbang tol, ada lima gerbang tol (GT) yang menjadi check point untuk melaksanakan moda transportasi di Jakarta yakni GT Kapuk, Tomang, Priok, Pasar Rebo dan Cikunir 2," beber Sambodo.

    Polisi akan memeriksa seluruh kendaraan bermotor, baik angkutan umum, pribadi, sepeda motor dan angkutan barang. Polisi juga menyosialisasikan penerapan PSBB dan mengatur lalu lintas apabila terjadi kemacetan.


    Aturan berkendara selama PSBB

    Dalam pemberlakuan PSBB, ada pembatasan kendaraan bermotor hingga jumlah penumpang. Bagi transportasi umum hanya diperbolehkan mengangkut 50 persen penumpang atau setengah dari jumlah kursi.

    Begitu juga bagi kendaraan roda empat pribadi. Mobil pribadi yang memiliki tujuh kursi, seperti jenis Toyota Innova, Toyota Anvanza, atau Daihatsu Xenia, hanya diperbolehkan membawa empat orang penumpang.

    "Kemudian untuk mobil yang memiliki lima kursi seperti sedan itu diperbolehkan tiga orang," ucap Sambodo.

    Selain membatasi jumlah penumpang. Pengemudi mobil dan penumpang, kata Sambodo, juga diwajibkan menggunakan masker.

    "Jadi ketika dia berkendara baik driver maupun penumpang, semuanya wajib menggunakan masker," tegasnya.

    Kemudian, bagi transportasi kendaraan roda dua berbasis teknologi atau ojek online tidak diperbolehkan membawa penumpang. Ojek online hanya boleh membawa logistik dan barang.

    Baca: Layanan Angkut Penumpang Ojek Online Tak Bisa Dipakai

    "Namun, penggunaan sepeda motor pribadi berboncengan itu masih diperbolehkan asal baik pengguna maupun yang dibonceng itu semuanya wajib menggunakan masker serta sarung tangan," terang Sambodo.

    Aturan itu terdapat dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dalam rangka mencegah penyebaran virus korona (covid-19). Masyarakat wajib mematuhinya.

    Polisi lalu lintas, kata Sambodo, akan mengawasi seluruh kendaraan yang melintas di 33 check point. Masyarakat yang kedapatan melanggar aturan dapat dikenakan sanksi pidana penjara satu tahun dan denda Rp100 juta. Namun, polisi mengedepan cara preventif edukatif.

    PSBB di Jakarta berlaku mulai hari ini hingga 23 April 2020. PSBB diterapkan selama 14 hari dan akan diperpanjang jika dibutuhkan.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id