Pemprov DKI Akan Surati 2,5 Juta Warga yang Belum Divaksinasi

    Kautsar Widya Prabowo - 15 September 2021 15:24 WIB
    Pemprov DKI Akan Surati 2,5 Juta Warga yang Belum Divaksinasi
    Vaksinasi covid-19 di Sunter Agung, Jakarta Utara, Jumat,23 Juli 2021. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman



    Jakarta: Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta fokus mempercepat vaksinasi covid-19. Saat ini, masih ada 2,5 juta warga ber-KTP DKI yang belum divaksinasi.

    "Rencananya mau kita surati. Kita lagi lakukan pemadanan data-data individu," ujar Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Ngabila Salama dalam diskusi virtual, Rabu, 15 September 2021.

     



    Menurut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI intens berkoordinasi dengan camat dan lurah dalam membahas percepatan vaksinasi. Pemprov ingin 14 juta orang yang beraktivitas di DKI bisa rampung divaksinasi. 

    Baca: DKI Lacak 2,5 Juta Warga yang Belum Vaksinasi Covid-19

    Ngabila meminta masyarakat tidak pilih-pilih jenis vaksin. Vaksin covid-19 yang terbaik, kata Ngabila, ialah yang telah tersedia di tengah masyarakat.  Saat ini, Pemprov DKI menyediakan empat jenis vaksin, yaitu Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna. 

    "Tidak ada alasan kita tidak divaksin,  ada Pfizer untuk komorbid berat, sudah ada Moderna (untuk) gangguan imun yang dianggap lebih aman,'' tutur dia.

    Dinkes juga tengah mencari tahu alasan mengapa 2,5 juta warga masih belum mengikuti vaksinasi. Ngabila menduga ada beberapa penyebab, seperti memiliki penyakit bawaan atau komorbid, penyintas covid-19, merasa vaksin tidak manjur, hingga ketakutan adanya efek samping.

    "Kita masih mencari 2,5 juta orang Jakarta yang belum divaksin. Apakah data kependudukan perlu dilakukan peremajaan, bisa jadi orangnya sudah pindah," terang dia. 

    Vaksin untuk Indonesia


    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     


    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id