Pemilihan Pendamping Anies Masih Gelap

    Sri Yanti Nainggolan - 25 November 2019 14:22 WIB
    Pemilihan Pendamping Anies Masih Gelap
    Balai Kota DKI Jakarta, kantor gubernur dan wakil gubernur DKI. Foto: MI/Arya Manggala.
    Jakarta: Proses pencarian wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta di DPRD masih mandek. Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memiliki hak mengusulkan wagub belum satu suara.

    "Masih proses," kata anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra Syarif kepada Medcom.id, Senin, 25 November 2019.

    Ada dua alternatif pemilihan wagub. Pertama, wagub dipilih dari PKS walaupun eks Wagub Sandiaga Uno berasal dari Gerindra. Namun, PKS belum menentukan pilihan di antara Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu yang menjadi calon wakil gubernur (cawagub).

    Alternatif kedua, DPD Gerindra mengirim surat perubahan nama usulan calon wagub kepada PKS. Gerindra memberikan empat nama calon wagub. Nantinya, Gerindra dan PKS akan memilih masing-masing satu calon. 

    Gerindra belum memastikan apakah PKS setuju dengan alternatif itu. Meski demikian, Syarif tetap optimistis wagub pengganti sudah ditetapkan sebelum 2020. "Insyaallah (segera diputus)," ungkap dia.

    Kursi wagub DKI kosong sejak Senin, 27 Agustus 2018, karena pemangku jabatan, Sandiaga Uno, memutuskan mengikuti Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Posisi wagub menjadi jatah Gerindra dan PKS yang mengusung Sandiaga di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.
     
    PKS menyodorkan dua kadernya, Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto, untuk mendampingi Gubernur Anies Baswedan. Namun, pemilihan wagub berlangsung alot di DPRD DKI. Hingga anggota DPRD 2014-2019 turun jabatan, cawagub terpilih belum ditentukan.
     
    Gerindra kemudian menyodorkan empat cawagub: Sekretaris Daerah DKI Saefullah, Dewan Penasihat Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Juliantono dan Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Riza Patria. Mereka tengah menunggu restu PKS.
     
    Namun, Presiden PKS Sohibul Iman menegaskan posisi Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto sebagai cawagub tak bisa diganggu gugat. Kursi wagub masih menjadi hak PKS. Setiap cawagub yang diusung, termasuk empat kandidat dari Gerindra, harus disetujui PKS.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id