comscore

Aliza Gunado Masih Ngotot Tak Kenal Saksi

Candra Yuri Nuralam - 03 Januari 2022 13:12 WIB
Aliza Gunado Masih Ngotot Tak Kenal Saksi
Suasana sidang kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Jakarta: Hakim anggota Fahzal Hendri mengonfrontasi keterangan politikus Partai Golkar Aliza Gunado ke tiga saksi kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah. Aliza masih ngotot tidak mengenal ketiga saksi itu.

"Tidak (kenal) yang mulia," kata Aliza saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 3 Januari 2021.
Fahzal awalnya menanyakan saksi sekaligus pihak swasta Darius Hartawan soal sosok Aliza. Darius mengaku mengenal Aliza.

"Diperkenalkan oleh kawan Pak, namanya Hafid Riamara," ujar Darius.

Fahzal meminta Darius melihat Aliza. Fahzal memastikan Aliza yang dimaksud Darius sama dengan yang bersaksi di sidang.

"Ini orangnya? Si Aliza?" ujar Fahzal.

Darius membenarkan sosok Aliza merupakan orang yang sedang bersaksi saat ini. Namun, Aliza masih ngotot tidak mengenal Darius.

"Tetap tidak (mengenal) yang mulia" tutur Aliza.

Baca: Terus Berkelit, Hakim Ultimatum Saksi Aliza Gunado di Sidang Kasus Azis Syamsuddin

Hakim meminta saksi sekaligus Kepala Sub Bagian Rekonstruksi BPBD Kabupaten Lampung Tengah Aan Riyanto untuk melihat Aliza. Aan juga mengamini Aliza yang saat ini bersaksi merupakan orang yang dikenalnya.

"Iya yang mulia," tutur Aan.

Pertanyaan yang sama juga dilancarkan hakim ke mantan Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah Taufik Rahman. Namun, Aliza tetap mengaku tidak mengenal Taufik dan Aan.

Keterangan Aliza membuat hakim bingung. Pasalnya, ketiga saksi lainnya mengaku mengenal Aliza.

"Sudah, tiga orang kenal, saudara tidak kenal," kata Fahzal.

Sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Muhammad Damis, mengultimatum Aliza Gunado dalam persidangan kasus dugaan korupsi yang menyeret eks Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Aliza dihadirkan karena diduga memiliki kedekatan dengan Azis.

Ultimatum itu diutarakan Damis lantaran Aliza kerap menjawab tidak tahu ketika ditanya hakim maupun jaksa penuntut umum (JPU). Aliza juga mengaku tidak kenal Direktur CV Tetayan Konsultan Darius Hartawan dan Kadis Bina Marga Lampung Tengah, Taufik Rahman.

"Darius jelas-jelas ngomong, keterangan Darius saya catat pada waktu Darius memberikan keterangan (di persidangan). Saudara jangan main-main memberikan keterangan dalam persidangan ini," tegas Damis di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta, Kamis, 30 Desember 2021.

Azis didakwa menyuap mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp3,09 miliar dan USD36 ribu. Azis memberikan uang itu agar Robin membantu pengurusan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017.

KPK menyiapkan dua dakwaan ke Azis. Pada dakwaan pertama, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pada dakwaan kedua, Azis disangkakan melanggar Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id