comscore

Dugaan Eks Bupati Kukar Dipaksa Berbohong Bakal Didalami kepada Azis Syamsuddin

Candra Yuri Nuralam - 26 Desember 2021 06:50 WIB
Dugaan Eks Bupati Kukar Dipaksa Berbohong Bakal Didalami kepada Azis Syamsuddin
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (batik merah di depan). Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Jakarta: Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari mengaku dipaksa berbohong terkait uang Rp8 miliar milik eks Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Rita pun ogah mengikuti permintaan itu.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan mendalami keterangan tersebut. Azis bakal diperiksa atas pernyataan Rita.
"Jaksa KPK tentu akan menggali dan crosscheck keterangan saksi dimaksud dengan saksi dan alat bukti lain, termasuk konfirmasi kembali kepada M Azis Syamsudin," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Sabtu, 25 Desember 2021.

Ali mengatakan keterangan itu bakal didalami saat Azis diperiksa dalam persidangan dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah. Keterangan Rita juga akan didalami dengan mengaitkan bukti dan keterangan saksi lain dalam persidangan tersebut.

Baca: KPK Buka Peluang Jerat Azis Syamsuddin dengan Pasal Merintangi Penyidikan

Lembaga Antikorupsi tidak segan menindak Azis jika keterangan Rita terbukti benar terjadi. Azis bakal dijerat dengan tudingan upaya perintangan penyidikan jika keterangan Rita dilengkapi dengan bukti.

"Kami akan analisis apakah ada kemungkinan pengembangan ke arah pasal menghalangi penyidikan. Tentu nanti tunggu pertimbangan-pertimbangan hakim dalam putusan perkara tersebut," tegas Ali.

Sebelumnya, Rita Widyasari ogah menuruti permintaan Azis Syamsuddin. Permintaan itu terkait uang Rp8 miliar dari Azis mesti diakui milik Rita.

Hal itu terungkap ketika jaksa penuntut umum (JPU) membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Rita ketika diperiksa di penyidik KPK. Rita membenarkan BAP tersebut.

Uang itu telah dicairkan eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Fulus itu bagian dari suap Azis kepada Robin.

Azis didakwa menyuap Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp3,09 miliar dan USD36 ribu. Azis memberikan uang itu agar Robin membantu pengurusan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah tahun anggaran 2017.

Pada dakwaan pertama, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pada dakwaan kedua, Azis disangkakan melanggar Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id