Tersangka Korupsi RTH Bandung Segera Diadili

    Fachri Audhia Hafiez - 17 November 2020 10:48 WIB
    Tersangka Korupsi RTH Bandung Segera Diadili
    Ilustrasi. Media Indonesia.
    Jakarta: Tersangka kasus dugaan suap pengadaan tanah untuk ruang terbuka hijau (RTH) di Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, pada 2012-2013, Dadang Suganda, segera diadili. Dadang akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.

    "Perwakilan jaksa penuntut umum (JPU) KPK Budi Nugraha dan Putra Iskandar melimpahkan berkas perkara terdakwa ke PN Tipikor Bandung," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa, 17 November 2020.

    Penahanan Dadang telah beralih dan sepenuhnya menjadi kewenangan majelis hakim tipikor. Dadang sementara ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, sambil menunggu jadwal penetapan sidang.

    "Menunggu penetapan majelis hakim yang akan menyidangkan perkara dan penetapan hari sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan," ucap Ali.

    Baca: Istri Nurhadi Dicecar Soal Penggunaan Pelat Nomor Kendaraan Pejabat

    Perkara ini menjerat empat tersangka. Mereka ialah Dadang dan mantan anggota DPRD Kota Bandung Tomtom Dabbul Qomar serta Kemal Rasad. Kemudian, mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung Hery Nurhayat.
     
    Proses pengadaan dari perantara Dadang dilakukan melalui kedekatannya dengan Sekretaris Daerah Bandung, Edi Siswadi. Sedangkan Siswadi telah divonis bersalah dalam perkara suap terhadap seorang hakim terkait penanganan perkara korupsi bantuan sosial di Pemerintah Kota Bandung.

    Siswadi memerintahkan Herry Nurhayat untuk membantu Dadang dalam proses pengadaan tanah itu. Dadang kemudian membeli tanah pada sejumlah pemilik tanah atau ahli waris di Bandung dengan nilai lebih rendah dari NJOP setempat.

    Setelah tanah tersedia, Pemkot Bandung membayarkan Rp43,65 miliar pada dia. Namun, Dadang hanya memberikan Rp13,5 miliar pada pemilik tanah. Dadang diduga diperkaya sekitar Rp30 miliar.

    Sekitar Rp10 miliar diberikan kepada Siswadi yang akhirnya digunakan untuk menyuap hakim dalam perkara bantuan sosial di Pengadilan Negeri Bandung. Dalam penyidikan kasus itu, KPK juga telah menyita 64 bidang tanah dan bangunan serta dua mobil milik Dadang.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id