comscore

20.068 Kotak Amal Diduga Danai Teroris Jemaah Islamiyah

Cindy - 17 Desember 2020 17:53 WIB
20.068 Kotak Amal Diduga Danai Teroris Jemaah Islamiyah
Ilustrasi/Medcom.id
Jakarta: Mabes Polri menemukan 20.068 kotak amal diduga mendanai kelompok teroris Jemaah Islamiyah (JI). Puluhan ribu kotak amal itu tersebar di 12 daerah di Indonesia.

"Informasi ini berdasarkan keterangan tersangka FS alias Acil," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis, 17 Desember 2020.
Argo mengatakan Acil berasal dari Yayasan Abdurrahman Bin Auf (ABA) yang menyebarkan kotak amal tersebut. Kotak amal dari yayasan itu tersebar di Sumatra Utara 4.000 kotak, Lampung 6.000 kotak, Jakarta 48 kotak, dan Semarang 300 kotak.

Baca: Ribuan Kotak Amal di Minimarket Diduga Jadi Sumber Dana Teroris

Kemudian, Pati 200 kotak amal, Temanggung 200 kotak, Solo 2.000 kotak, dan Yogyakarta 2.000 kotak amal. Selanjutnya, Magetan 2.000 kotak, Surabaya 800 Kotak, Malang 2.500 kotak, dan Ambon 20 kotak amal.

Argo membeberkan ciri-ciri kotak amal yang ditemukan jajaran di wilayah Jakarta, Lampung, Malang, Surabaya, Temanggung, Yogyakarta, dan Semarang berupa kotak kaca dengan rangka Alumunium. Sedangkan, di wilayah Solo, Sumut, Pati, Magetan, dan Ambon berupa kotak kaca dengan rangka kayu.

"Di bagian kotak terlampir nama yayasan dan contact person pengurus yayasan serta terlampir nomor Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM), nomor SK Badan Zakat Nasional (Baznas) dan SK Kementerian Agama (Kemenag)," ujar dia.

Menurut Argo, mayoritas kotak amal itu ditempatkan di warung makan konvensional karena hanya memerlukan izin dari pemilik warung. Kotak amal tidak mempunyai ciri-ciri spesifik yang mengarah ke organisasi teroris.

"Karena bertujuan agar tidak memancing kecurigaan masyarakat dan dapat berbaur. Bahkan mereka tidak pernah menggunakan yayasan palsu," ungkap Argo.

Pengumpulan dana kelompok teroris, kata dia, ditarik dari kotak amal sebelum dilaporkan audit keuangannya ke Baznas. Ini guna menjaga legalitas kotak amal tersebut.

Selain mencari dana lewat kotak amal, kelompok JI juga diduga mengumpulkan dana secara langsung. Biasanya, dana dikumpulkan dari acara-acara tertentu seperti tabligh akbar.

Menurut Argo, kelompok teroris khususnya JI saat ini berusaha terjun ke masyarakat karena kesulitan mengumpulkan dana. Anggota JI yang mengemban tugas untuk terjun ke masyarakat memiliki persyaratan tertentu.

"Seperti namanya masih bersih dari keterangan berita acara pemeriksaan (BAP) anggota yang sudah ditangkap dan biasanya sudah vakum dalam waktu yang cukup lama," ungkap Argo.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id