Menjamurnya Radikalisme Jadi Tantangan Serius

    Theofilus Ifan Sucipto - 13 Februari 2021 18:40 WIB
    Menjamurnya Radikalisme Jadi Tantangan Serius
    Mantan Kepala BNPT Suhardi Alius/Medcom.id/Theo.



    Jakarta: Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen (Purn) Suhardi Alius menyebut radikalisme di Indonesia harus ditanggulangi. Pasalnya, paham tersebut telah menyebar ke sejumlah kelompok masyarakat.

    Suhardi mengutip survei Alvara Research Center dan Mata Air Foundation pada 2017. Hasil survei menunjukkan 23,4 persen mahasiswa setuju jihad untuk tegaknya negara Islam dan khilafah.




    “Bukan main-main ini challenge-nya luar biasa,” kata Suhardi dalam diskusi virtual, Sabtu, 13 Februari 2021.

    Baca: Teknologi Berkembang, Milenial Rentan Terpapar Radikalisme

    Suhardi menyebut 23,3 persen pelajar SMA juga setuju jihad untuk tegaknya negara Islam dan khilafah. Kemudian 19,4 persen pegawai negeri sipil (PNS) dan 18,1 persen pegawai swasta menyatakan tidak setuju dengan ideologi Pancasila.

    “Bahkan ada 9,1 persen pegawai BUMN yang juga menyatakan tidak setuju dengan ideologi Pancasila,” papar dia.

    Menurut Suhardi, pemerintah harus sigap menindaklanjuti data tersebut. Apalagi, penyebaran paham radikalisme dan rekrutmen terorisme dilakukan melalui media sosial, sehingga perlu dipantau secara ketat.

    “Kalau kita tidak siap menghadapi itu, runtuh Indonesia,” terang mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri itu.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id