KPK Periksa Direktur Bank Bukopin Terkait Korupsi RTH Bandung

    Fachri Audhia Hafiez - 13 Oktober 2020 13:08 WIB
    KPK Periksa Direktur Bank Bukopin Terkait Korupsi RTH Bandung
    Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Direktur Kepatuhan Bank Bukopin Hari Wurianto. Ia diperiksa sebagai saksi untuk pendalaman kasus dugaan suap pengadaan tanah untuk ruang terbuka hijau (RTH) Pemerintah Kota Bandung pada 2012-2013.

    "Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DS (wiraswasta Dadang Suganda)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020.

    Ali belum menguraikan alasan petinggi Bank Bukopin itu diperiksa. Kuat dugaan, penyidik tengah menelusuri aliran uang haram yang digunakan sebagai suap.

    Perkara ini telah menjerat empat tersangka. Selain Dadang, ada mantan anggota DPRD Kota Bandung Tomtom Dabbul Qomar dan Kemal Rasad, serta mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung Hery Nurhayat.

    Baca: Legalitas Tanah di Kasus Korupsi RTH Bandung Ditelusuri
     
    Proses pengadaan dengan perantara Dadang dilakukan melalui kedekatannya dengan Sekretaris Daerah Bandung, Edi Siswadi. Siswadi telah divonis bersalah dalam perkara suap terhadap seorang hakim dalam terkait penanganan perkara korupsi bantuan sosial di Pemerintah Kota Bandung.

    Siswadi memerintahkan Herry Nurhayat untuk membantu Dadang dalam proses pengadaan tanah itu. Dadang kemudian membeli tanah pada sejumlah pemilik tanah atau ahli waris di Bandung dengan nilai lebih rendah dari NJOP setempat.

    Setelah tanah tersedia, Pemkot Bandung membayarkan Rp43,65 miliar pada dia. Namun, Dadang hanya memberikan Rp13,5 miliar pada pemilik tanah. Dadang diduga memperkaya diri sekitar Rp30 miliar lewat rasuah ini.

    Sekitar Rp10 miliar diberikan pada Siswadi yang akhirnya digunakan untuk menyuap hakim dalam perkara bantuan sosial di Pengadilan Negeri Bandung. Dalam penyidikan kasus itu, KPK juga telah menyita 64 bidang tanah dan bangunan serta dua mobil milik Dadang.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id