Asas Praduga Tak Bersalah Disebut Sering Diabaikan

    Anggi Tondi Martaon - 04 Mei 2021 12:46 WIB
    Asas Praduga Tak Bersalah Disebut Sering Diabaikan
    Pakar hukum tata negara dari Universitas Khairun Ternate, Margarito Kamis--MI



    Jakarta: Penegak hukum disebut kerap mengabaikan asas praduga tak bersalah. Asas tersebut seharusnya dikedepankan sesuai dengan butir ke-3 huruf c Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

    "Asas praduga tak bersalah itu prinsipil. Apa pun ceritanya, praduga tak bersalah harus tetap di depan. Apa pun faktanya. Masalahnya adalah prinsip ini sering kali diabaikan," kata pakar hukum Margarito Kamis dalam keterangan tertulis, Selasa, 4 Mei 2021.






    Menurut dia, penegak hukum kerap mengutamakan fakta yang belum valid. Misalnya, seseorang dikabarkan terlibat kasus.

    Dia menyebut fakta yang belum valid itu tak bisa dijadikan pijakan. Margarito mencontohkan penggeledahan ruang kerja dan rumah dinas Wakil Ketua DPR Azis Syamduddin yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    “Dia statusnya saksi, diperiksa saja belum, tapi sudah digeledah. Penggeledahan harusnya dilakukan kepada pelaku tindak pidana," kata Margarito.

    Dia mempertanyakan maksud penggeledahan tersebut. Menurut dia, tindakan KPK menciptakan kesan Azis bersalah. Sedangkan, kasus Azis baru di tahap penyelidikan.

    "Saya kira Azis mesti bicara tuntas soal itu. Azis silakan menggunakan seluruh haknya untuk mempertanyakan itu. Apa pun alasannya, setiap tindakan hukum itu harus sesuai kaidah," kata dia.

    Baca: Azis Syamsuddin Dicegah ke Luar Negeri

    Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri menyebut penggeledahan ruangan dan rumah dinas Azis terkait pencarian barang bukti kasus dugaan suap yang dilakukan Tanjungbalai M Syahrial kepada penyidik KPK Stefanus Robin Pattuju. KPK perlu mencari bukti yang kuat untuk melakukan proses hukum.

    "Sekali lagi semua tindakan untuk menduga seseorang sebagai tersangka beralaskan kecukupan bukti. KPK tidak akan pandang bulu dalam bertindak, karena itu prinsip kerja kami," kata Firli, Rabu, 28 April 2021.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id