MA Diminta Tolak Peninjauan Kembali Koruptor

    Candra Yuri Nuralam - 13 Maret 2019 15:06 WIB
    MA Diminta Tolak Peninjauan Kembali Koruptor
    Peneliti ICW, Kurnia Ramadhan. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
    Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Mahkamah Agung menolak semua PK (peninjauan kembali) yang diajukan para koruptor. Meski diatur undang-undang, PK dinilai menjadi celah para koruptor untuk lepas dari jerat hukum.
     
    ICW mencatat, ada 24 koruptor yang mengajukan peninjauan kembali kepada Mahkamah Agung sepanjang 2018. "Kami meminta Mahkamah Agung menolak setiap permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh terpidana korupsi," kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhan di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu 13 Maret 2019.
     
    Kurnia mengatakan, PK mempunyai titik lemah yang kerap dimanfaatkan koruptor untuk lepas dari jeratan hukum.
     
    "Sejak 2007 sampai 2018 ada 101 narapidana (korupsi) yang dibebaskan, lima putusan lepas dan 14 dihukum lebih ringan dari tingkat pengadilan fase peninjauan kembali," ujar Kurnia.
     
    Untuk itu, Kurnia meminta Mahkamah Agung tidak menerima pengajuan kembali dengan alasan apapun. Lembaga penegak lain pun diminta ikut mengawal persidangan korupsi.

    Baca: MA Dinilai tak Dukung Semangat Pemberantasan Korupsi

    Salah satunya ada Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Menurut Kurnia, KPK harus mengawasi seluruh proses, tidak hanya melakukan penangkapan dan penahanan.
     
    "Kami meminta KPK mengawasi jalannya persidangan serta hakim yang memeriksa peninjauan kembali terpidana korupsi," tutur Kurnia.
     
    Selain itu, ICW juga meminta Komisi Yudisial mengawasi dan melihat proses persidangan agar tidak ada usaha kecurangan dalam peninjauan kembali.
     
    "Kami harap Komisi Yudisial turun langsung mengawasi perilaku hukum yang menyidangkan peninjauan kembali," kata Kurnia.



    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id