comscore

Usut Kebocoran Data, Polisi Kantongi Pengakuan Vendor BPJS Kesehatan

Siti Yona Hukmana - 03 Juni 2021 15:14 WIB
Usut Kebocoran Data, Polisi Kantongi Pengakuan Vendor BPJS Kesehatan
Ilustrasi/Medcom.id
Jakarta: Sebanyak lima vendor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah diperiksa terkait dugaan kebocoran data pribadi 279 juta nasabah. Pemeriksaan dilakukan pada Rabu, 2 Juni 2021.

"Sudah kemarin diperiksa. Tentunya apa yang didapat oleh penyidik dari vendor-vendor itu akan menjadi sesuatu yang penting dalam proses selanjutnya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 3 Juni 2021.

 



Rusdi tidak membeberkan identias kelima vendor. Mereka merupakan penyedia teknologi informasi di BPJS Kesehatan

Rusdi mengatakan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri terus menyelidiki kasus dugaan pembobolan data nasabah BPJS Kesehatan itu. Pengusutan dilakukan dengan memeriksa para saksi. 

Baca: 5 Vendor BPJS Kesehatan Diperiksa Soal Kebocoran Data

"Kita berharap bisa dapat menyelesaikan kasus masalah kebocoran data dari peserta BPJS Kesehatan ini," ujar Rusdi. 

Dia belum dapat memastikan dugaan pidana dalam kasus itu. Misalnya, terkait kejahatan skimming atau pembobolan. 

"Ini masih diperiksa terus oleh penyidik tentang hal tersebut. Tapi diduga keras terjadi kebocoran data peserta BPJS Kesehatan," kata jenderal bintang satu itu. 

Penyidik Dit Tipidsiber Bareskrim Polri telah memeriksa pejabat BPJS Kesehatan pada Senin, 24 Mei 2021. Pejabat yang tidak disebutkan namanya itu merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap operasional sistem teknologi informasi.

Penyidik juga telah meminta keterangan Kepala Pusat Operasi Keamanan BSSN, Brigjen TNI Ferdinand Mahulette, pada hari yang sama. Ferdinand diperiksa sebagai saksi ahli. 

Data 279 juta penduduk Indonesia mengalami kebocoran dan diperdagangkan secara online. Data bocor ini dijual dan disebut sebagai informasi pribadi lengkap.

Informasi pribadi dalam data bocor tersebut meliputi nomor induk kependudukan (NIK), nama, alamat, nomor telepon, bahkan dikabarkan juga termasuk informasi menyoal jumlah gaji. Investigasi yang dilakukan Kominfo menghasilkan kesimpulan sementara bahwa data bocor diduga kuat identik dengan data BPJS Kesehatan.
 
Berdasarkan investigasi tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menemukan bahwa sampel data pribadi yang beredar telah diinvestigasi sejak 20 Mei 2021. Investigasi ini juga menemukan bahwa akun bernama Kotz, yang merupakan pembeli dan penjual data pribadi atau reseller, menjual data pribadi itu di Raid Forums.
 
Kemkominfo mengungkap bahwa data sampel yang ditemukan tim investigasinya tidaklah berjumlah satu juta seperti klaim penjual, melainkan 100.002 data.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id