Hukuman Koruptor Dana Penanganan Covid-19 Harus Proporsional

    Siti Yona Hukmana - 30 Juli 2020 12:22 WIB
    Hukuman Koruptor Dana Penanganan Covid-19 Harus Proporsional
    Sekjen PPP Arsul Sani. Foto: MI/Mohammad Irfan
    Jakarta: Anggota DPR Komisi III Arsul Sani meminta hukuman bagi pelaku korupsi anggaran bencana untuk penanganan covid-19 harus proporsional. Hukuman yang dijatuhkan harus disesuaikan dengan kasusnya.

    "Hukumanya apakah maksimal sampai dengan hukuman mati atau tidak, tentu dilihat kasus per kasus," kata Arsul kepada Medcom.id, Kamis, 30 Juli 2020.

    Arsul menilai hukuman berat memang perlu diberikan kepada pihak yang memanfatkan situasi di tengah penderitaan jutaan masyarakat Indonesia. Namun tidak meninggalkan keadilan.

    "(Hukuman sesuai) keadilan, sesuai fakta dan buktinya," ujar dia.

    Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menilai pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan (KPK) Firli Bahuri akan memberikan hukuman mati bagi koruptor dana covid-19 sebagai peringatan. Sehingga tidak ada pihak yang melakukan praktik kotor tersebut.

    Baca: Koruptor Dana Penanganan Korona Terancam Hukuman Mati

    Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komisaris Jenderal (Komjen) Firli Bahuri memantau serius pengeluaran dana penanggulangan virus korona (covid-19). Dia siap memberikan tututan terberat bagi siapa pun yang berani 'bermain' dalam penanganan virus ini.

    "Kita sedang menghadapi wabah korona. Masa sih, ada oknum yang masih melakukan korupsi karena tidak memiliki empati kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Ingat korupsi pada saat bencana ancaman hukumannya pidana mati," kata Firli di Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2020.

    Ancaman hukuman mati bagi pelaku korupsi diatur dalam Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dalam UU itu disebutkan, hukuman mati bisa dijatuhkan jika korupsi dilakukan saat terjadi bencana alam nasional, sebagai pengulangan tindak pidana korupsi, atau pada waktu negara dalam keadaan krisis ekonomi dan moneter.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id