Pembunuh Penghuni Indekos di Cililitan Terancam Penjara Seumur Hidup

    Siti Yona Hukmana - 21 Maret 2020 21:02 WIB
    Pembunuh Penghuni Indekos di Cililitan Terancam Penjara Seumur Hidup
    Ilustrasi - Medcom.id
    Jakarta: Samsul Bahri, 24, pembunuh penghuni indekos di Cililitan, Jakarta Timur, terancam hukuman penjara 20 tahun atau seumur hidup. Pembunuhan diduga direncakaan pelaku.

    "Jika terbukti pembunuhan berencana kita kenakan Pasal 340 KUHP dengan ancaman seumur hidup, tapi kalau pembunuhan spontan Pasal 388 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara," kata Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati Iptu Dicky Agri Kurniawan kepada Medcom.id, Sabtu, 21 Maret 2020.

    Kasus ini masih terus didalami. Penyidik Reserse Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Timur akan menggelar rekonstruksi untuk melihat apakah pembunuhan itu berencana atau spontan.

    "Tapi, kalau saya lihat sih dari caranya bekerja termasuk kategori pembunuhan berencana. Karena, dia sempat ke toilet melihat ada pisau di dapur diambil pisau itu dan membunuh. Itu kan ada niatan," ujar Dicky.

    Sementara pembunuhan spontan, kata dia, tidak ada niat untuk membunuh. "Misalkan seseorang lagi di jalan, dia enggak berniat membunuh karena dikejar orang akhirnya membunuh, nah itu spontan," kata Dicky.

    Baca: Penghuni Indekos Dibunuh karena Mengajak Pelaku Bersetubuh

    Penghuni indekos di Cililitan, Jakarta Timur, Miftahudin, 26 menjadi korban pembunuhan pada Kamis, 19 Maret 2020. Dia tewas setelah menerima luka sayatan pada leher dari kanan, kiri hingga belakang.

    Leader Oppo di Pusat Grosir Cililitan (PGC) itu menjadi korban pembunuhan karena mengajak pelaku berhubungan badan. Pelaku yang tidak terima dilecehkan mengambil pisau dan menyayat leher korban.

    Warga Brebes, Jawa Tengah itu kenal dengan pelaku melalui media sosial Wechat.  Kemudian, berlanjut ke aplikasi chatting WhatsApp.

    "Korban merayu-rayu pelaku untuk melakukan hubungan sejenis. Korban menghisap alat kelamin pelaku, sakit hati dan akhirnya membunuh," kata Dicky.

    Jenazah Miftahudin telah dimakamkan oleh keluarga di Depok, Jawa Barat. Sementara pelaku ditahan di Polres Metro Jakarta Timur.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id