Warga Kamerun Tersangka Penipuan Penggandaan Dolar

    Siti Yona Hukmana - 19 Februari 2020 21:39 WIB
    Warga Kamerun Tersangka Penipuan Penggandaan Dolar
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Warga Kamerun, DG, ditangkap polisi. Dia terlibat kasus penipuan dan penggelapan dolar Amerika Serikat (USD).

    "Dia kita amankan bersama tiga tersangka lain, yakni berinisial S, AMY, VL," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 19 Februari 2020.

    Menurut dia, pelaku beraksi di Hotel Aravena, Senen, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Januari 2020. Tersangka menggunakan modus memperlihatkan video penggandaan USD10 ribu (Rp137 juta) menjadi USD30 ribu (Rp411 juta) dan USD100 ribu (Rp1,37 miliar) menjadi USD300 ribu (Rp4,11 miliar). 

    "Sehingga korban tergiur, dia coba dengan USD10 ribu dengan harapan mendapat USD300 ribu," ujar Yusri. 

    Yusri menyebut dalam melancarkan aksi penipuan ini, para tersangka membagi peran. DG selaku otak dari penipuan itu. 

    "Dia tinggal di Jakarta empat tahun dan pernah kerja di perusahaan tanaman. Saat akan pulang, diajak temannya sesama WNA Kamerun untuk diajarkan bagimana melakukan tindak pidana penipuan," beber Yusri.

    Tersangka S berperan meyakinkan korban dengan video penggandaan uang. AMY menyiapkan Hotel Aravena untuk menyambut kedatangan korban. Sementara itu, tersangka VL mencari korban.

    Warga Kamerun Tersangka Penipuan Penggandaan Dolar
    Black dollar yang digunakan penipu ditunjukkan polisi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

    "Korban serahkan uang USD10 ribu dan diserahkan lagi dalam bentuk kotak. Kemudian DG bilang jangan dibuka dulu, nanti uang akan berubah dari USD10 ribu jadi USD300 ribu dalam waktu 10 jam," terang Yusri.

    Yusri menyebut setelah dibuka, isi kotak ternyata black dollar, potongan kertas hitam yang menyerupai uang. Korban lalu melaporkan penipuan ini kepada Polda Metro Jaya. 

    Keempat tersangka telah ditahan di Polda Metro Jaya. Mereka dijerat Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id