13 Korporasi di Lingkaran Korupsi Jiwasraya Terancam Ditutup

    Siti Yona Hukmana - 25 Juni 2020 16:56 WIB
    13 Korporasi di Lingkaran Korupsi Jiwasraya Terancam Ditutup
    Ilustrasi PT Asuransi Jiwasaraya (persero). MI/Ramdani
    Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan 13 korporasi sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Tiga belas perusahaan yang berada di lingkaran korupsi Jiwasraya itu terancam ditutup.

    "Tentu ada nantinya (penutupan), ada mekanismenya," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono di Gedung Bundar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 25 Juni 2020.

    Ke-13 korporasi itu, yakni PT DM atau PAC, PT OMI, PT PPI, PT MD, PT PAM, PT MAM, PT MNC, PT GC, PT JCAM, PT PAAM, PT CC, PT TVI, dan PT SAM.

    Belasan korporasi itu ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yang diperoleh dalam pengembangan penyidikan. Penetapan status tersangka untuk 13 korporasi itu karena temuan dugaan aliran dana, baik dari Jiwasraya maupun enam terdakwa yang sedang diadili.

    "Dari 13 korporasi kerugiannya diduga sekitar Rp12,157 triliun. Kerugian ini merupakan bagian dari penghitungan kerugian negara yang sudah dihitung oleh BPK sebesar Rp16,81 triliun," beber Hari.

    Baca: Pejabat OJK dan 13 Korporasi Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya

    Namun, Hari memastikan penetapan tersangka tidak mengganggu kegiatan di perusahaan tersebut. Penyidik Kejagung hanya menyidik bagian investasi yang diduga melakukan tindak pidana korupsi pada periode 2014-2018.

    Penyidik Kejagung tengah mendalami bukti untuk mencari peran aktif dari pengelola korporasi tersebut. Penyidik juga mencari peran terdakwa atau tersangka lain di balik peran perusahaan.

    Enam terdakwa perkara korupsi di Jiwasraya yang tengah diadili ialah Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; dan Direktur Utama PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

    Keenam terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b serta Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Benny dan Heru juga dijerat tindak pidana pencucian uang (TPPU).



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id