PT Bososi Pratama Ditetapkan Tersangka Perambahan Hutan

    Candra Yuri Nuralam - 02 September 2020 06:40 WIB
    PT Bososi Pratama Ditetapkan Tersangka Perambahan Hutan
    Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono. Istimewa
    Jakarta: Polisi menetapkan PT Bososi Pratama sebagai tersangka perambahan hutan lindung di Kowane Utara, Sulawesi Utara. Perusahaan itu melakukan penambangan di luar areanya.

    "Tersangka yakni korporasi yaitu PT Bososi Pratama yang diwakili saudara AU selaku Direktur Utama," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 1 September 2020.

    Awi menjelaskan penetapan tersangka itu dilakukan setelah polisi menindaklanjuti enam laporan masyarakat. Laporan itu teregistrasi dengan nomor 158/III/2020/Bareskrim Polri terkait penanganan kasus aktivitas penambangan nikel dalam kawasan hutan lindung tanpa izin Menteri yang dilakukan oleh PT Bososi Pratama.

    Polisi menilai izin penambangan PT Bososi Pratama bermasalah. Perusahaan nikel itu diduga menyampaikan laporan palsu untuk melakukan penambangan di hutan lindung.

    "Juga pasal yang disangkakan pemegang Izin usaha pertambangan (IUP), izin usaha pertambangan rakyat (IPR), dan izin usaha pertambangan khusus (IUPK), yang dengan sengaja menyampaikan laporan yang tidak benar atau menyampaikan keterangan palsu," ujar Awi.

    Polisi sedang merampungkan pemberkasan kasus ini. Berkas perkara ditarget rampung dalam waktu seminggu.

    Perusahaan itu diancam Pasal 159 yang diberatkan dengan Pasal 163 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba. Ancaman pasala tersebut penjara sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id