Pasien Aborsi Klinik Dr. SWS Mayoritas Pelaku Seks Bebas

    Siti Yona Hukmana - 03 September 2020 08:34 WIB
    Pasien Aborsi Klinik Dr. SWS Mayoritas Pelaku Seks Bebas
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Kepolisian terus mengusut kasus aborsi yang tidak sesuai ketentuan di Klinik Dr. SWS, Jalan Raden Saleh, Senen, Jakarta Pusat. Pasien di klinik tersebut rata-rata merupakan pelaku seks bebas.

    "Rata-rata hamil di luar nikah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 3 September 2020.

    Yusri mengatakan salah satu pasien kedapatan menggugurkan kandungan saat penggerebekan pada Senin, 3 Agustus 2020. Dia bersama kekasih dan saudaranya langsung ditetapkan sebagai tersangka.

    Yusri menjelaskan pihak klinik menghilangkan janin para pasien menggunakan bahan kimia. Janin yang sudah hancur kemudian dibuang ke dalam kloset.

    "Terakhir umur janin tujuh bulan itu sulit untuk disiram bahan kimia, tengkoraknya dibakar," ungkap Yusri.

    Baca: Cara Keji Klinik Aborsi di Senen Hilangkan Janin

    Subdit 3 Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membongkar praktik abrosi tidak sesuai ketentuan di Klinik Dr. SWS, Jalan Raden Saleh, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Senin, 3 Agustus 2020. Sebanyak 17 tersangka yakni SS, SWS, TWP, EM dan SMK. Lalu, AK, W, J, M, S, WL, AR, MK, WS, CCS, HR, dan LH ditangkap.

    Klinik telah beroperasi kurang lebih lima tahun. Dokter di klinik tersebut telah melakukan tindakan aborsi kepada 2.638 pasien sejak 2 Januari 2019 hingga 10 April 2020.

    Ke-17 tersangka telah ditahan. Mereka dijerat Pasal 299 KUHP dan atau Pasal 346 KUHP dan atau Pasal 348 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 349 KUHP dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 77A jo Pasal 45A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id