Bima Dapat Kartu Akses Gedung BKD dari Saudara

    Siti Yona Hukmana - 14 Agustus 2019 01:48 WIB
    Bima Dapat Kartu Akses Gedung BKD dari Saudara
    Rilis pengungkapan kasus penipuan pengangkatan PNS. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
    Jakarta: Pegawai Negeri Sipil (PNS) gadungan, H alias Bima, mendapatkan kartu akses masuk gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DKI Jakarta dari saudaranya. Berbekal kartu akses itu lah tersangka melancarkan aksi penipuan rekrutmen CPNS formasi 2010-2018 kategori II atau honorer. 

    "Saat ditanya, diketahui dia mendapatkan kartu akses masuk gedung BKD DKI Jakarta dari saudaranya yang pensiunan pegawai di situ," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 13 Agustus 2019.

    Argo menerangkan, tersangka selalu mengajak para korban bertemu di lantai VI Gedung BKD DKI. "Dia perlente, selalu menggunakan jas. Dia juga menggunakan tanda pengenal sebagai PNS Kemendikbud. Kemudian menunjukkan nama korban yang ada di SK CPNS, sehingga korban percaya," ujar Argo. 

    Surat Keputusan (SK) CPNS itu belum dapat diberikan karena belum distempel. Ia mengiming-imingkan akan membantu korban namun dengan sejumlah uang. 

    Untuk PNS penempatan wilayah DKI Jakarta harus memberikan uang Rp100 juta. Sedangkan PNS di daerah Rp70 juta. Korban yang tertipu diakui tersangka ada sebanyak 99 orang.

    "Ini ada dari Jakarta, Bima, NTB, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Keuntungan yang diraup sekitar Rp5,7 miliar," beber Argo.

    Argo menlanjutkan, tersangka mendapatkan data korban dari internet. Setelah itu, dia mengajak korban bertemu. 

    Kemudian, surat pengangkatan atas nama korban dibuat sendiri oleh tersangka dengan bekal contoh surat pengangkatan di internet. Namun, kata Argo, pengakuan tersangka itu tak serta merta dipercayai oleh penyidik.

    "Nanti akan ditanya kembali apakah dia sendiri atau ada yang membantu, contoh dia punya kartu pengenal, kemudian dia punya ruangan di lantai VI BKD," ungkap Argo.

    Baca juga: ASN Gadungan Penipu Honorer Ditangkap

    Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya empat laporan yang diterima Polda Metro Jaya. Laporan pertama kali dilayangkan pada 18 November 2015, kemudian disusul pada 28 Juni 2016, 25 Oktober 2018 dan 2 Agustus 2018.

    Kemudian, penyidik membentuk tim dan melakukan penyelidikan dan penyidikan. Lalu, menangkap tersangka H alias Bima di rumah kontrakannya Jalan Jatiraya Nomor 27, Pulogadung, Jakarta Timur pada Senin, 29 Juli 2019. 

    Tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun. 



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id