Tim Pembela Kivlan Zen Terima Putusan Praperadilan

    Ilham Pratama Putra - 30 Juli 2019 12:39 WIB
    Tim Pembela Kivlan Zen Terima Putusan Praperadilan
    Kolonel Chk Azhar (kiri batik hitam) dan Kolonel Chk Subagya Santosa (kanan batik biru-hitam) - Medcom.id/Ilham Pratama Putra
    Jakarta: Anggota tim pembela gabungan dari Mabes TNI, Kolonel Chk Subagya Santosa dan Kolonel Chk Azhar menerima hasil putusan praperadilan yang diajukan tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal, Kivlan Zen. Hakim tunggal, Achmad Guntur menolak gugatan yang diajukan Kivlan. 

    "Kami menghormati putusan ini. Ya untuk keadilan di dunia ini sangat relatif ya. Nanti selanjutnya, masing-masing mempertanggungjawabkan apa yang diperbuat," kata Subagya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa, 30 Juli 2019.

    Namun, Subagya menilai penangkapan Kivlan prematur. Pasalnya, penangkapan dilakukan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.

    "Penangkapan itu langsung ditangkap saja waktu selesai pemeriksaan di Bareskrim. Tidak ada surat penangkapan baik yang disampaikan ke yang bersangkutan maupun keluarganya," ujar Subagya.

    Hal serupa disampaikan Azhar. Menurut dia ada keanehan dalam metode yang digunakan penyidik dalam penangkapan Kivlan.

    (Baca juga: Permohonan Praperadilan Kivlan Zen Ditolak)

    "Lo liat dong, Berita Acara Pemeriksaan (BAP)-nya isinya apa? Ada hubungannya apa tidak? Itu harus dinilai. Kalau tidak dinilai itu aneh saja. Aneh banget kalau tidak boleh menilai materil dalam penetapan tersangka," ujar Azhar.

    Menurut Azhar, pengadilan hanya menjalankan sisi formalitas. Dia pesimistis pada praperadilan yang dijalankan pengadilan.

    "Jadi kalau (pengadilan) masih menganut legisme, melihat formalitas doang, sampai kapan pun engga ada praperadilan yang diterima. Engga ada surat penangkapan. Jadi apa beda penculikan dan penangkapan? Itu pertanyaan kita," tegas dia. 

    Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak gugatan praperadilan yang diajukan tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen. Hakim menilai penetapan dan penangkapan terhadap Kivlan sah.
     
    "Permohonan pemohon tentang penetapan tersangka dan penangkapan dan penyitaan tidak beralasan. Dan oleh karena itu permohonan pemohon ditolak seluruhnya," kata hakim Achmad Guntur di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Ragunan, Pasar Minggu, Jaksel, Selasa, 30 Juli 2019.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id