Banyak Pihak Berkepentingan di PAW Caleg PDI Perjuangan

    Theofilus Ifan Sucipto - 16 Januari 2020 13:20 WIB
    Banyak Pihak Berkepentingan di PAW Caleg PDI Perjuangan
    Ketua KPU Arief Budiman. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
    Jakarta: Ketua Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyebut koleganya, Wahyu Setiawan, memang sempat mengungkapkan ada banyak pihak berkepentinggan dalam pemohonan penggantian antarwaktu (PAW) dari PDI Perjuangan. Masalah itu dibuka Wahyu dalam sidang etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

    "Pokoknnya (kata Wahyu) ada yang kepengin inilah," kata Arief di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020.

    Menurut dia, Wahyu saat itu tak spesifik menyebut ada makelar dalam upaya PAW untuk memasukkan calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan Harun Masiku ke Parlemen. Namun, Arief enggan membuka siapa pihak yang terlibat dalam kasus ini.

    "Secara umum, dia mengatakan banyak anulah (pihak berkepentingan)," jelas dia.

    Setelah menyampaikan masalah ini, Wahyu meminta Arief segera menjawab surat permohonan PAW dari PDI Perjuangan. Namun, KPU agak terlambat membalas surat PDI Perjuangan lantaran banyak kegiatan di akhir 2019.

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Wahyu pada Rabu, 8 Januari 2020. Dia diduga menerima suap untuk mengupayakan PAW bagi caleg PDI Perjuangan Harun Masiku.
     
    KPK menyita Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat operasi tangkap tangan (OTT) di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Sebelumnya, Wahyu juga diduga telah menerima suap Rp200 juta.
     
    Lembaga Antirasuah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Wahyu dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
     
    Caleg PDI Perjuangan Harun Masiku dan staf Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Hingga kini, Harun masih buron, sedangkan tersangka lain sudah ditahan.

    Dalam sidang di DKPP, Wahyu Setiawan mengaku tidak mengetahui Harun Masiku. Caleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatra Selatan (Sumsel) 1 didorong PDI Perjuangan untuk masuk ke Senayan walau meraup sedikit suara.
     
    Dia mengaku ada lobi dari sejumlah pihak yang ingin mendorong KPU menetapkan Harun sebagai caleg terpilih. Situasi ini sudah dilaporkan kepada komisoner KPU lainnya.
     
    "Saya pernah menyampaikan itu kepada Pak Ketua dan Bu Evi (Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik). Saya tetap menyampaikan chatting saya saya mohon saudara-saudara soal temuan karena ada situasi permakelaran," jelas Wahyu, Rabu, 15 Januari 2020.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id