Ratna Sarumpaet Terima Divonis 2 Tahun

    Siti Yona Hukmana - 16 Juli 2019 13:13 WIB
    Ratna Sarumpaet Terima Divonis 2 Tahun
    Terdakwa Ratna Sarumpaet - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
    Jakarta: Terdakwa penyebar berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet memutuskan tak mengajukan banding atas vonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Ratna siap dipenjara dua tahun. 

    "Dari sisi Ibu Ratna, kami penasihat hukum tidak akan mengajukan banding," kata Kuasa Hukum Ratna, Desmihardi di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 16 Juli 2019. 

    Desmihardi menyebut keputusan ini dibuat setelah mempertimbangkan berbagai sisi, baik hukum maupun non hukum. Terutama, masa hukuman yang sudah dijalani Ratna.  

    "Kita melihat masa hukuman dua tahun. Ibu sendiri sudah menjalankan sampai saat ini hampir sembilan bulan. Jadi kalau ibu menjalani, mungkin tinggal setahun lagi. Itu pertimbangan yang utama," ujar Desmihardi.

    Meski, kata Desmihardi, ada peluang besar membebaskan Ratna. Salah satunya, tidak terbuktinya bibit keonaran dalam perbuatan Ratna. Namun, pihaknya memutuskan tak memperdebatkan hal itu.

    "Beliau sudah sangat siap menerima keputusan ini dan beliau bisa konsentrasi menjalani hukuman," tutur Desmihardi. 

    (Baca juga: Atiqah Hasiholan Bersyukur Ratna Divonis 2 Tahun Penjara)

    Meski demikian, pihaknya bakal mewaspadai keputusan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pasalnya, putusan Ratna jauh dari tuntutan jaksa selama enam tahun penjara.  

    "Kita juga melihat nanti bagaimana sikap dari tim Kejaksaan sendiri, apakah mengajukan banding untuk perkara ini," pungkas dia. 

    Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Ratna dua tahun penjara. Majelis hakim menilai Ratna terbukti bersalah dalam kasus berita bohong penganiayaan dirinya. 

    "Mengadili, menyatakan, terdakwa Ratna Sarumpaet telah terbukti secara sah bersalah menyebar pemberitaan bohong. Menjatuhkan terdakwa Ratna Sarumpaet dengan pidana penjara selama dua tahun," kata Hakim Ketua Joni saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juli 2019. 

    Dalam amar putusan, Ratna terbukti bersalah melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946. Kebohongan yang dilakukan Ratna telah menimbulkan keonaran.

    Joni mengatakan penahanan Ratna dihitung dengan dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani. Hakim juga memerintahkan terdakwa tetap berada di tahanan.
     



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id