Punya Toefl 500, Petugas Lapas Bisa Belajar ke LN

    Githa Farahdina - 26 September 2015 14:16 WIB
    Punya Toefl 500, Petugas Lapas Bisa Belajar ke LN
    Petugas Lapas----Ant/Syaiful Arif
    medcom.id, Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyadari pihaknya masih lemah dalam menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni sebagai petugas lapas. Menkumham Yasonna H Laoly tengah giat meningkatkan kualitas SDM petugas lapas.

    "Sekarang sudah berlangsung pendidikan bagi petugas lapas yang punya toefl dengan grade 500, bisa belajar ke luar negeri. Jadi ini demi meningkatkan kualitas petugas lapas," kata Juru Bicara Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham Akbar Hadi di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2015).

    Akbar sempat mengatakan, petugas lapas tak mendapat pendidikan yang cukup. Inilah yang dinilai Akbar menjadi penyebab banyaknya pelanggaran.

    Melalui program belajar ke luar negeri, Akbar menyebut, petugas diharapkan bisa belajar banyak bagaimana sistem lapas di negeri orang. Kedisiplinan dan ketaatan terhadap aturan pun bisa sekaligus dipelajari ketika mereka lolos untuk ikut belajar ke luar negeri.

    Sebelumnya, salah satu pelanggaran yang dilakukan adalah ketika foto terpidana korupsi Gayus Tambunan sedang bersantai di salah satu restoran di Jakarta Selatan. Foto tersebut tersebar melalui social media. Petugas lapas dituding melakukan kong kalikong dengan koruptor yang dikenal 'nakal' itu.

    Beruntung, tambah Akbar, kelalaian petugas pada akhirnya mendapat pengawasan langsung masyarakat. Di tengah keterbatasan pengetahuan dan jumlah petugas, hal semacam ini sangat diharapkan bisa terus dilaksanakan.

    "Kami berharap tidak cuma kasus Gayus ya, kalau hanya pejabat pusat saja yang mengawasi, terbatas. Media, masyarakat, kalau ada warga binaan yang keluar dengan prosedur tidak sah, kami akan proses," tambahnya.

    Dalam kasus ini, Kemenkumham mengakui adanya kesalahan prosedur pengawalan Gayus. Dalam tiga hari penyelidikan, tim menemukan adanya kesalahan petugas lapas. Seharusnya, petugas membawa makanan dari lapas.

    "Atau makan di Pengadilan Agama, atau ambil makanan di Rutan Salemba, Rutan Cipinang. Persoalnnya, pengawal paham atau tidak? Jangan-jangan tidak paham. Saya yakin mereka tidak tahu," terang Akbar.(TII)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id