Polisi Bakal Panggil 20 Pembeli Tabung Oksigen Palsu

    Siti Yona Hukmana - 30 Juli 2021 17:42 WIB
    Polisi Bakal Panggil 20 Pembeli Tabung Oksigen Palsu
    Konferensi pers pemalsuan tabung oksigen. Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Polisi membongkar kasus pemalsuan tabung oksigen dari alat pemadadam kebakaran (APAR). Pelaku telah menjual tabung oksigen palsu itu kepada 20 orang.

    "Kita memanggil 20 orang yang membeli untuk kita tarik lagi (tabung oksigen palsu) untuk identifikasi barang-barang ini," kata Kasubdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya Kompol Rovan Richard Mahenu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 30 Juli 2021.

     



    Kanit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Made Redy menyebut puluhan tabung itu telah tersebar di masyarakat. Dia ingin tabung dikembalikan untuk penyidikan.

    "Rencananya kita akan melakukan pemanggilan terhadap konsumen-konsumen tersangka ini, untuk melakukan pendalaman dan kalau bisa tabung yang telah dibeli dikembalikan lagi," ujar Made.

    Polisi meminta korban membuat laporan ke kantor kepolisian. Warga yang merasa pernah membeli tabung oksigen palsu diminta menghubungi 0811.1311.0110 atau 110.

    (Baca: Catat! Ini Ciri-ciri Tabung Oksigen Palsu dari APAR)

    Pelaku pemalsu tabung oksigen, WS alias KL, ditangkap di kediamannya Jalan Prof. Dr. Hamka, Larangan, Tangerang, Selasa, 27 Juli 2021. Pelaku memalsukan tabung oksigen sejak kebutuhan oksigen melonjak.

    Pelaku mengecat APAR menjadi warna putih, lalu membersihkan bagian dalam tabung menggunakan air biasa. Kemudian, mengisi APAR dengan oksigen atau O2.

    Lalu, memasarkan tabung oksigen palsu itu melalui akun Facebook pribadinya ErwanO2. Pelaku mengaku telah menjual 20 tabung oksigen palsu seharga Rp5 juta per tabung.

    Pelaku membeli tabung APAR seharga Rp750 ribu. Sebanyak 114 tabung APAR disita polisi.

    Tersangka telah ditahan. Dia dijerat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 113 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman 10 tahun penjara.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id