Ustaz Adi Hidayat Temui Kabareskrim Polri Bahas Dinamika Sosial

    Siti Yona Hukmana - 11 Juni 2021 17:25 WIB
    Ustaz Adi Hidayat Temui Kabareskrim Polri Bahas Dinamika Sosial
    Ustaz Adi Hidayat (UAH) menemui Kabareskrim Komjen Agus Andrianto di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Istimewa.



    Jakarta: Ustaz Adi Hidayat (UAH) menemui Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Keduanya berdiskusi seputar perkembangan dinamika sosial, hukum, dan kebangsaan di Tanah Air.

    UAH tidak membeberkan sejumlah permasalahan yang terjadi belakangan ini. Dia mengaku sempat menjadi korban fitnah para pegiat media sosial (medsos) yang tujuannya mencari sensasi. Namun, dia menyebut dinamika sosial itu telah ditangani baik Bareskrim Polri.

     



    "Peran Bareskrim Polri sudah sangat besar dalam upaya mengawasi dan menertibkan banyaknya permasalahan sosial yang dapat berimbas ke masalah hukum dengan kinerja yang sangat profesional," kata UAH dalam keterangan tertulis, Jumat, 11 Juni 2021.

    Dalam pertemuan kurang lebih satu jam itu, UAH prihatin kepada Kabareskrim Polri. Menurut dia, banyak pihak yang memanfaatkan situasi pandemi covid-19 sebagai momentum memecah belah bangsa seperti menciptakan narasi-narasi adu domba di media sosial.

    Dia berharap Polri dapat meredam dan menindak pelaku yang merugikan bangsa dan negara. Dia juga meminta Polri memproses pelaku dengan tegas sesuai Undang-undang.

    "Di sisi lain, kami siap memberikan dukungan dalam rangka sosialisasi kebijakan Polri, yakni membantu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, baik melalui media dakwah dan pembinaan yang tepat sasaran," ujar UAH.

    Baca: Pelaku Pungli di Tanjung Priok Raup Rp6,5 Juta Per Hari

    Smeentara itu, Komjen Agus Andrianto mengakui banyak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat akibat pihak-pihak membuat citra negatif satu sama lain, terutama kepolisian. Padahal, kata dia, polisi pasti bergerak dan bertindak berdasarkan objektivitas.

    "Di tengah segala kisruh yang ada, rasanya negara memang perlu hadir untuk menjadi penengah yang arif. Tetapi di saat yang bersamaan, posisi negara juga jangan dihakimi dulu, dicurigai, dinyinyiri, dan seterusnya. Karena pada dasarnya yang mengikat kita semua adalah Undang-undang dan koridor hukum yang berlaku. Kita patuh dan tunduk pada semua itu," tegas Agus.

    Menurut Agus, Indonesia memerlukan sinergi yang baik antarsemua pihak. Agar tercipta rasa cinta pada bangsa dan negara.

    "Semua harus bergerak pada satu tujuan mulia yang sama, berkolaborasi dalam satu frekuensi kebaikan yang sama, terhubung satu sama lain dengan jembatan rasa yang sama," ujar jenderal bintang tiga itu.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id