Dituding Rasis, Natalius Pigai Dilaporkan ke Polisi

    Siti Yona Hukmana - 04 Oktober 2021 14:30 WIB
    Dituding Rasis, Natalius Pigai Dilaporkan ke Polisi
    Barisan Relawan Nusantara (Bara NuSa) melaporkan mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai ke Polda Metro Jaya. Medcom.id/Siti Yona Hukman



    Jakarta: Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Pigai diduga rasis kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

    "Kami baru selesai melaporkan mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, tadi kami sudah ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT)," kata Ketua Umum Kelompok Barisan Relawan Nusantara (Bara NuSa) Adi Kurniawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 4 Oktober 2021.

     



    Adi mengatakan laporannya belum diterima SPKT. Dia diminta konsultasi ke penyidik Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

    "Kemudian pihak Polda meminta laporan ini menjadi kuat supaya koordinasi dengan Mabes Polri," ujar Adi.

    Adi mengaku akan melanjutkan laporan ke Mabes Polri. Dia membawa sejumlah barang bukti berupa cuitan Pigai yang menjadi sorotan masyarakat.

    "Yang dia mengatakan jangan percaya orang Jawa Tengah Jolowi, Ganjar mereka merampok tanah Papua, membunuh orang Papua dan ada bahasa-bahasa rasis. Menurut kami membahayakan keutuhan negara persatuan bangsa, karena bahasa ini sangat rentan," ungkap Adi.

    Baca: Dituding Rasis, Natalius Pigai: Saya Sebut Jokowi dan Ganjar

    Dia menilai kehadiran Natalius Pigai adalah racun. Aktivis Papua itu disebut bisa membahayakan orang-orang Papua.

    "Pigai bisa membangun konflik yang semakin tajam antara orang-orang dari Pulau Jawa dengan Papua. Jadi menurut kita penting Pigai ditindak hukum," ucapnya.

    Tim hukum Bara NuSa, Zaenal Arifin menegaskan laporannya tidak ditolak. Polda Metro Jaya mengarahkan untuk melaporkan ke Mabes Polri.

    "Karena ini isu nasional dan kedua ini terkait Jawa Tengah di situ kemudian ada Jokowi dan Ganjar," jelasnya.

    Menurut dia, ada tiga pasal yang diduga dilanggar Pigai. Yakni Pasal 54a ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016  tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kemudian, Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi dan Etnis, lalu Pasal 156 KUHP.

    "Kita melaporkan akun Twitternya yang diduga kuat milik Natalius Pigai," kata Zaenal.

    Sebelumnya, Natalius Pigai membuat gaduh di media sosial Twitter. Natalius dianggap telah berbuat rasis kepada kepala negara dan kepala daerah Ganjar Pranowo.

    "Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar. Mereka merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat Papua, injak-injak harga diri bangsa Papua dengan kata-kata rendahan rasis, monyet, dan sampah," cuit akun @NataliusPigai2, Jumat, 1 Oktober 2021.

    "Kami bukan rendahan. Kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Saya penentang ketidakadilan," lanjut akun milik Pigai tersebut.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id