Kejagung Diminta Sidik Kasus ASABRI Secara Komprehensif

    Deny Irwanto - 07 Oktober 2021 20:05 WIB
    Kejagung Diminta Sidik Kasus ASABRI Secara Komprehensif
    Kejaksaan Agung. Foto: MI



    Jakarta: Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung diminta mengusut perkara dugaan korupsi PT ASABRI secara komprehensif. Terutama dalam menutup jumlah kerugian negara dengan menyita sejumlah aset yang diduga hasil korupsi. 

    Pakar hukum pidana Universitas Islam Indonesia, Muzakir, mengatakan penyidik juga harus mencari pihak lain yang diduga kuat turut dalam kasus tersebut. Ia meminta penyidik tak pandang bulu.

     



    "Kalau mau komprehensif angkat saja perbuatannya. Siapa saja yang terlibat libas saja semuanya dong," kata Muzakir di Jakarta, Kamis, 7 Oktober 2021. 

    Penyidik Kejagung pada 15 September juga kembali menetapkan tersangka baru, yaitu ESS alias THS, B, dan RARL. Tim penyidik pun gencar memburu sejumlah aset milik tersangka guna menutupi jumlah kerugian negara dalam kasus ASABRI yang mencapai Rp22 triliun. 

    Sementara sejumlah mitra tersangka lain yang diduga turut menjadi aktor dan pemilik saham belum tersentuh hukum. Padahal menurut Muzakir saham mereka sampai hari ini masih bertengger di ASABRI, bahkan melebihi batas ketentuan kepemilikan saham, yaitu di atas 5 persen.

    Baca: Korupsi ASABRI, 7 Saksi Diperiksa Dalami Keterlibatan MI dan Teddy Tjokro

    "Itu semua mesti diperiksa dengan tujuan untuk memastikan apakah terperiksa adalah pelaku atau bukan," jelas Muzakir. 

    Muzakir mengatakan jika penyidik berkesimpulan terperiksa diduga bukan pelaku kejahatan, tentu asetnya tidak bisa disita. Jika penyidik telah memeriksa semua saksi, kata Muzakir, baru mereka melakukan proses penyitaan aset.

    Penyitaan ada dua. Pertama adalah aset merupakan hasil dari tindak pidana dan kedua aset bukan dari tindak pidana. 

    "Jika aset hasil tindak pidana disita demi untuk pembuktian tindak pidana. Dan kalau aset bukan hasil tindak pidana untuk kepentingan pemulihan kerugian keuangan negara," ungkap Muzakir.

    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id