Imam Tantang Jaksa Buktikan Dakwaan Suap dan Gratifikasi

    Theofilus Ifan Sucipto - 14 Februari 2020 14:31 WIB
    Imam Tantang Jaksa Buktikan Dakwaan Suap dan Gratifikasi
    Eks Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi usai didakwa terima suap dan gratifikasi - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
    Jakarta: Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi keberatan dengan dakwaan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jaksa penuntut ditantang membuktikan keterlibatan Imam pada persidangan selanjutnya.

    "Izinkan saya agar kebenaran betul-betul nyata dan nampak dan benar, dilanjutkan di persidangan pembuktian," kata Imam dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020.

    Politikus PKB ini tidak akan mengajukan eksepsi. Dia ingin sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

    Imam menuding ada narasi yang tak sesuai fakta dalam dakwaan jaksa penuntut. Dia bahkan berjanji akan mengungkap pihak lain yang ikut menerima uang haram dari dana KONI tersebut.

    "Ada narasi fiktif di sini. Siap-siap saja yang menerima dana KONI. Siap-siap," ucapnya.

    Kendati begitu, Imam tak membeberkan narasi dan siapa saja pihak lain yang menerima suap tersebut. Yang jelas, kata dia, fakta bakal dibuka secara terang di sidang pembuktian.

    "Ikuti terus persidangan ini. Terima kasih semuanya," ujar Imam.

    Imam sebelumnya telah didakwa menerima suap dan gratifikasi belasan miliar. Suap diterima dari mantan Sekretaris Jenderal Komite Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy dan mantan Bendahara KONI Johnny E Awuy.

    Imam Tantang Jaksa Buktikan Dakwaan Suap dan Gratifikasi
    Eks Menpora Imam Nahrawi menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

    Pemberian uang itu sebagai komitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora pada anggaran 2018. Salah satunya untuk kegiatan pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi pada Multievent Asia Games 2018 dan Asian Paragames 2018.

    Termasuk terkait proposal dukungan KONI dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi 2018. Suap dan gratifikasi itu diterima Imam dalam kapasitasnya sebagai ketua Dewan Pengarah Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dan Menpora.

    Penetapan tersangka Imam hasil pengembangan dari perkara lima tersangka. Mereka ialah Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy, Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Pumamo, dan Staf Kemenpora Eko Tryanto. Kelimanya telah divonis bersalah di pengadilan tingkat pertama.
     
    Imam didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.





    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id