Eks Dirut Perum Perindo Didakwa Terima Suap USD30 Ribu

    Fachri Audhia Hafiez - 12 Februari 2020 17:28 WIB
    Eks Dirut Perum Perindo Didakwa Terima Suap USD30 Ribu
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Eks Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda didakwa menerima suap USD30 ribu. Suap berasal dari Direktur Utama PT Navy Arsa Sejahtera (PT NAS), Mujib Mustofa, terkait kuota impor ikan.

    "Padahal patut diketahui atau patut diduga hadiah tersebut diberikan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Nur Azis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Februari 2020.

    Pemberian uang agar Mujib dapat memanfaatkan persetujuan impor hasil perikanan berupa frozen pasific mackarell scomber japonicus atau ikan salem milik Perum Perindo. Suap terjadi 23 September 2019.

    Kasus berawal saat Mujib mengajukan kerja sama dengan Perum Perindo terkait impor ikan. Kongkalikong terjadi antara Mujib dan Risyanto.

    Mujib meminta keringanan pemberian margin keuntungan untuk Perum Perindo yang sebelumnya Rp1.000/kg menjadi Rp500/kg atas hasil impor periode 2019. Namun Risyanto merestui Rp700/kg.

    Eks Dirut Perum Perindo Didakwa Terima Suap USD30 Ribu
    Eks Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda. Foto: ANT/Galih Pradipta

    Mujib memperoleh jatah impor ikan salem 150 ton. Direktur PT Sanjaya International Fishery Antoni menyetujui impor. Sedangkan Mujib mengurus dokumen impor. 

    Antoni memperoleh supplier ikan Tengxiang Shishi Marine Product. Proses impor dilakukan bertahap 100 ton pada 6 September 2019 dan 50 ton pada 13 September 2019.

    Risyanto meminta USD30 ribu pada Mujib. Permintaan disanggupi Mujib dengan mengirimkan pesan konfirmasi berupa emoticon jempol melalui WhatsApp pada 22 September 2019.

    Mujib menyerahkan uang haram tersebut dalam sebuah amplop Panin Bank. Fulus diserahkan kepada orang kepercayaan Risyanto, Adi Susilo alias Mahmud sambil berucap 'Ini titipan untuk Pak Aris (Risyanto)'.

    "Setelah penyerahan uang tersebut Mujib Mustofa maupun Mahmud beserta barang bukti berupa uang sejumlah USD30 ribu diamankan oleh petugas KPK," ujar jaksa.

    Risyanto didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.




    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id