Hukuman Personel Polri Terlibat Kasus Narkoba Harus Berat

    Anggi Tondi Martaon - 03 Juli 2020 13:04 WIB
    Hukuman Personel Polri Terlibat Kasus Narkoba Harus Berat
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Pernyataan Kapolri Jenderal Idham Azis yang mengancam personel positif menyalahgunakan narkoba di hukum mati disambut baik. Anggota Polri yang terlibat kasus narkoba bahkan harus dihukum berat.

    "Anggota Polri ya mestinya jadi teladan," kata Ketua Umum Gerakan Nasional Anti-Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat kepada Medcom.id, Jumat, 3 Juli 2020.

    Namun, ancaman hukuman mati tidak sesuai dengan hukuman terpidana pengguna narkoba. Sebab, hukuman maksimal pengguna barang haram itu telah di atur dalam Undang-Undang tentang Narkotika.

    "Untuk realisasi ya menyimpang dari Undang-Undang tentang Narkotika, pengguna itu ada ancaman maksimalnya. Kecuali mereka yang terlibat dalam pengedaran itu (ancaman hukuman mati) sesuai dengan aturan hukum," kata dia.

    Baca: Ancaman Kapolri Soal Hukuman Mati Dianggap Berlebihan

    Tidak hanya keputusan pengadilan, menurut Henry, internal Polri bisa menambah hukuman terhadap personel yang positif menyalahgunakan narkoba. Salah satunya, dengan pemecatan.

    "Ya itu sudah putusan pengadilan, langsung dipecat," ujar dia.

    Di sisi lain, Henry mengapresiasi pernyataan Idham Azis. Pernyataan tersebut dianggap sebagai komitmen membersihkan Korps Bhayangkara dari penyalahgunaan narkoba.

    "Sebagai bentuk kegeraman dan semangat beliau gitu," ujar dia.

    Kapolri Jenderal Idham Azis mengultimatum jajaran kepolisian terkait penyalahgunaan narkoba. Anggota melanggar terancam sanksi berat.

    "Kalau polisinya sendiri yang kena narkoba hukumannya harus hukuman mati, karena dia sudah tahu undang-undang, dia tahu hukum," kata Idham di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 2 Juli 2020.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id