KPK Hanya Membuka Kasus yang Ditutup kepada Pelapor

    Candra Yuri Nuralam - 23 Februari 2020 12:47 WIB
    KPK Hanya Membuka Kasus yang Ditutup kepada Pelapor
    Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri. Foto: Medcom/Arga Sumantri
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan membuka 36 kasus korupsi yang penyelidikannya dihentikan. KPK hanya akan menjelaskannya kepada pelapor. 

    "Pelapor boleh bertanya kelanjutan kasusnya bagaimana saat ini," kata Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam diskusi Crosscheck by Medcom.id bertajuk Dear KPK, Kok Main Hapus Kasus?, di Upnormal Caffe and Roasted, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu, 23 Februari 2020.

    Baca: Alasan KPK Menghentikan Penyelidikan 36 Kasus Korupsi

    Ali mengatakan masyarakat yang merasa melaporkan kasus korupsi bisa menghubungi KPK. Ini guna memastikan kasus yang dilaporkan bagian dari 36 kasus yang dihentikan atau tidak. Proses ini juga tak bisa melalui perwakilan.

    "Silakan melapor, bisa ke Humas atau call center, bisa tanya pelapornya, harus pelapornya," ucap Ali.

    KPK Hanya Membuka Kasus yang Ditutup kepada Pelapor
    Diskusi Crosscheck by Medcom.id bertajuk Dear KPK, Kok Main Hapus Kasus?, di Upnormal Caffe and Roasted, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu, 23 Februari 2020. Medcom/Candra Yuri Nuralam


    Ali mengatakan Korps Antirasuah dilarang membeberkan kasus yang dihentikan oleh undang-undang. Terlapor dan pelapor juga tak bisa dipublikasi. "Pelapor, di undang-undang harus dilindungi," ujar Ali.

    Menurut Ali, penutupan penyelidikan 36 kasus bukan hal mutlak. Artinya, pelapor bisa mengajukan bukti tambahan bila kasus itu ingin terus diusut.

    "Nah nanti juga bisa dibuka kembali kalau ada bukti tambahan, ini cuma karena ada dugaan kecurigaan," ucap Ali.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id