Pengancam Penggal Kepala Jokowi Divonis 10 Bulan Bui

    Fachri Audhia Hafiez - 12 Maret 2020 19:06 WIB
    Pengancam Penggal Kepala Jokowi Divonis 10 Bulan Bui
    Hermawan Susanto alias Wawan, pengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo, divonis 10 bulan lima hari penjara. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Hermawan Susanto alias Wawan, pengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo, divonis 10 bulan lima hari penjara. Dia terbukti memprovokasi massa dalam aksi demo di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Jumat, 10 Mei 2019.

    "Mengadili menyatakan terdakwa Hermawan Susanto alias Wawan terbukti secara sah, dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana berusaha membuat menggerakkan orang lain atau melakukan atau turut, serta melakukan terhadap kejahatan makar," kata Ketua Majelis Hakim Makmur di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2020.

    Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta Hermawan dibui lima tahun penjara. Hermawan terbukti melanggar Pasal 104 juncto 110 ayat (2) KUHP.

    Pasal 104 KUHP berbunyi, makar yang dilakukan dengan niat hendak membunuh presiden atau wakil presiden atau dengan maksud hendak merampas kemerdekaannya atau hendak menjadikan mereka itu tiada cakap memerintah, dihukum mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

    Perbuatan Hermawan dinilai dapat berpengaruh buruk terhadap keselamatan jiwa dan keamanan dari pimpinan negara, khususnya Presiden. Perbuatan Hermawan juga dapat menimbulkan keresahan di masyarakat

    "Hal yang meringankan terdakwa belum pernah di hukum, sopan di persidangan, masih relatif muda usianya sehingga masih bisa diharapkan untuk memperbaiki diri, dan kelakuannya di masa-masa yang akan datang," ujar Makmur.

    Hakim juga memerintahkan Hermawan segera dibebaskan dari tahanan. Pasalnya, Hermawan sudah menjalani sebagian masa hukumannya.

    "Memerintahkan agar terdakwa dikeluarkan dari tahanan rumah tahanan negara," ujar Makmur.

    Video Hermawan berteriak mengancam Jokowi sebelumnya viral di media sosial. Dalam video dia menyebut, “Siap penggal kepalanya Jokowi, insyaallah Allahuakbar. Siap penggal kepalanya Jokowi. Jokowi siap lehernya kita penggal dari Poso, demi Allah”.

    Hermawan pun dilaporkan ke polisi dan ditangkap di wilayah Parung, Kabupaten Bogor pada Minggu, 12 Mei 2019 pagi. Pada Selasa, 14 Mei 2019, Hermawan resmi ditahan.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id