Tuntutan Wawan Setebal 4.850 Halaman

    Fachri Audhia Hafiez - 29 Juni 2020 15:21 WIB
    Tuntutan Wawan Setebal 4.850 Halaman
    Suasana sidang pembacaan surat tuntutan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan surat tuntutan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Dia didakwa melakukan korupsi serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).

    "Sebelum kami memulai membacakan surat tuntutan ini izinkan kami memberitahukan bahwa surat tuntutan ini setebal 4.850 halaman," kata jaksa Roy Riady dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2020.

    Roy mengatakan tebal tuntutan itu berisi materi pemeriksaan selama persidangan. Termasuk lampiran terkait bukti kontrak-kontrak dan aset.

    "Yang menjadi satu kesatuan di dalam surat tuntutan ini," ujar Roy.

    Jaksa mengusulkan surat tuntutan tidak dibacakan secara keseluruhan. Jaksa hanya membacakan pendahuluan bersama analisis yuridis tindak pidana korupsi, analisis yuridis TPPU, dan kesimpulan.

    Wawan didakwa mengatur pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan pada Dinas Kesehatan Banten melalui APBD dan APBN-Perubahan tahun anggaran (TA) 2012. Dia juga mencari untung dalam pengadaan alat kesehatan kedokteran umum di Puskesmas Kota Tangerang Selatan pada APBD-P TA 2012.

    Baca: Wawan Minta Jaksa Setop Hadirkan Saksi Artis

    Dua kasus tersebut diduga membuat negara rugi Rp94,3 miliar. Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu juga didakwa melakukan TPPU lebih dari Rp500 miliar.

    Wawan didakwa melakukan korupsi dengan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

    Dalam perkara TPPU, Wawan didakwa melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

    Dia juga didakwa melanggar Pasal 3 Ayat (1) huruf a, c dan g UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang TPPU juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id